Sudah dua minggu sejak IOC mengirim surat peringatan terakhirnya, persoalan penggunaan lambang 5 ring dalam logo KONI masih belum membuahkan keputusan.
Hal itu tercermin dari hasil pertemuan tertutup antara KONI, KOI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) hari ini, Senin (16/2/2015), di kantor Kemenpora.
Sebabnya, dalam keterangan pers seusai pertemuan, pihak Kemenpora mengatakan bahwa nota kesepahaman yang rencananya langsung ditandatangani, ternyata tidak dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang punya inisiatif pertemuan ini adalah KONI-KOI. Karena mereka sebelumnya sudah melakukan pertemuan pada Kamis malam. Mereka bercerita kepada kami bahwa ada kabar baik, mereka sudah bicara hati ke hati. Seperti kita semua tahu, keduanya 'kan terlibat konflik," tutur Gatot.
"Nah, pada pertemuan tadi pun karena pihak Kemenpora juga ingin tahu situasi yang diciptakan KONI-KOI itu seperti apa. Meskipun bahwasanya pertemuan tadi belum sampai pada penandatanganan MoU, hanya membahas jalan keluar untuk mengatasi masalah surat dari IOC itu sendiri."
Jalan keluar yang dimaksud Gatot adalah terkait penawaran Kemenpora kepada KONI dan KOI agar mereka membuat kesepakatan sendiri, kemudian hasilnya dilaporkan kepada Kemenpora.
"Ini agar surat (yang akan diberikan) Indonesia kepada pihak IOC, itu betul-betul sepengetahuan dari pihak KONI dan KOI," kata Gatot.
"Mereka membalikkan suasana. Ini Bagus. Mereka bilang, janganlah paksa kami atau beri kami hak untuk mendikte pemerintah. Kami akan ikut apa kata pemerintah sejauh pihaknya diajak berdiskusi," urai Gatot.
Kemenpora sendiri sudah menyiapkan beberapa draft surat yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo, atau draft surat Presiden RI Joko Widodo kepada Presiden IOC Thomas Bach terkait penyelesaian logo lima ring ini. Namun, pertemuan hari ini memutuskan, draft surat akan ditulis ulang.
"Isinya yang pertama merujuk pada surat 27 Januari lalu. Kemudian hal lainnya tentang keseriusan Kemenpora dalam memperhatikan persoalan lima ring itu," tambah Gatot.
Lantas kapan surat itu dikirimkan ke kedua badan olahraga yang sering bertikai itu?
"Saya pikir segera. Pekan ini akan kami berikan kepada KONI dulu, kemudian KOI. Karena ini menyangkut hal yang sangat hati-hati. Jadi saya tidak bisa kemudian hari ini ditulis kemudian besok pagi selesai. Itu bisa beberapa hari, tapi kalau bisa tidak telalu lama. Toh, surat dari IOC tidak menyebutkan deadline bahwa Indonesia harus menyelesaikannya tanggal berapa," beber Gatot.
(mcy/a2s)











































