Kinerja Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dalam 100 hari kerja di Kabinet Kerja mendapatkan nilai merah dari sejumlah mantan atlet nasional. Dari skala 1-10, Menpora bahkan cuma dapat ponten 2.
Dunia olahraga Indonesia saat ini secara umum sedang menurun prestasinya. Salah satu indikator teranyar adalah kegagalan memenuhi target menembus sepuluh besar di Asian Games Incheon tahun lalu.
Kondisi itu pula yang membuat para mantan atlet nasional prihatin sehingga membentuk Forum Komunikasi Mantan Atlet Nasional. Sehubungan dengan sosok Menpora yang diharapkan bisa membenahi angin segar, penilaian dan saran-saran pun mereka berikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam acara pertama forum ini hadir sebanyak 18 mantan atlet nasional, di antaranya eks pebulutangkis Rexy Mainaky, mantan perenang Lukman Niode, mantan taekwondoin Juana Wangsa Putri, dan eks atlet senam indah Harly Ramayani. Saat diminta menyebut angka untuk penilaian dari skala 1 sampai 10 buat Menpora, para mantan atlet itu sepakat memberikan angka 2 saja.
Selain Menpora, para mantan atlet itu juga menyoroti kinerja Satlak Prima terkait dengan amanat Perpres No. 22 Tahun 2010 dan konflik KONI-KOI yang terus berkepanjangan juga menjadi perhatian para mantan atlet nasional.
"Para pejabat selalu ribut. Pembinaan sepertinya hanya menjadi obyek untuk meraih keuntungan," kata eks pebulutangkis Ivana Lie.
Berikut ini adalah saran dari Forum Mantan Atlet Nasional untuk Menpora:
1. Evaluasi Perpres No. 22 tahun 2010 khususnya dengan pembagian kewenangan/tugas pokok fungsi.
2. Mengganti semua pejabat maupun pelaksana yang tidak kompeten dan sudah nyata terus-terusan gagal dengan SDM yang kompeten melalui test and proper.
3. Melaksanakan pembinaan Pelatihan Performa Tinggi (PPT) dengan aplikasi 'sport science' secara konsisten bukan lip service.
4. Memperbaiki tata kelola keuangan dengan akuntabilitas yang tinggi.
5. Mengefisiensikan mata rantai birokrasi dukungan anggaran.
(cas/krs)











































