Di ajang Asian Games 2012 di Incheon, sebanyak 16 emas diperebutkan dalam cabor senam. Rinciannya, 14 di nomor artistik, dua di nomor ritmik, dan dua sisanya ada di nomor trampolin.
Dalam perhelatan multievent yang diikuti Indonesia, cabor senam seakan dianggap sebelah mata. Hal itu mengingat potensi medali dari senam itu sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada lima pesenam putra: M. Tri Saputra, Ronny Saputra, Ferouz, Trisna Ramadani, dan Agus Adi, yang akan turun di nomor artisitik. Dua pesenam putri, Rifda dan Zahira, juga turun di nomor artistik. Sementara itu, dua pesenam putri lainnya, Dinda Deviana dan Nabila, akan turun di nomor ritmik.
Tim senam ini 'cuma' dibebani target satu emas. Dengan persiapan sekali try out, pantas jika senam tak dibebani dengan target tinggi.
Tim senam artistik akan menjalani try out di kejuaraan yang berlangsung di Qatar pada 22-26 Maret mendatang. Sementara tim senam ritmik akan menjalani try out di Uzbekistan pada 22-25 Mei mendatang.
"Posisi Indonesia di ASEAN saat ini memang ketinggalan. Ada di nomor lima atau enam. Vietnam sekarang yang nomor satu. Bukan kita mengalami kemunduran, tapi negara-negara lain berkembang jauh lebih cepat," kata bidang pembinaan prestasi Persani Gianti Imansyah kepada para pewarta.
Sebagai persiapan untuk mencari bibit baru menjelang Asian Games 2018, Persani menggelar ajang kejuaraan nasional Aerobic Gymnastic. Ketua pelaksana lomba Mona Nanletta mengungkapkan ambisi cabor senam saat Indonesia menjadi tuanrumah Asian Games tiga tahun mendatang.
"Di Asian Games nanti, kami ingin menunjukkan bahwa senam bisa diandalkan. Dalam kejuaraan nasional ini, saya melihat ada kemajuan signifikan dari para peserta. Kemampan mereka sudah merata," kata Mona di sela-sela kejurnas yang berlangsung di PPPPTK Dinas Pendidikan Nasional, Jalan Raya Parung No 420, Bogor, Jawa Barat.
Tapi, Persani juga mengingatkan bahwa dukungan dana dari pemerintah sangat penting untuk menyelesaikan misi itu.
"Kami butuh dukungan segalanya, terutama dana dari pemerintah. Harapan saya ada pelatnas jangka panjang," kata Gianti.
Dalam diskusi Forum Mantan Atlet Nasional, Senin (16/2) awal pekan ini, eks perenang Lukman Niode juga mengungkapkan bahwa beban medali emas di ajang multievent selalu dibebankan pada cabang olahraga yang itu-itu saja.
Cabang olahraga lain yang mempunyai alokasi medali banyak seperti cabang olahraga menembak, renang, dan juga senam, malah hanya sedikit atlet yang dikirim. Yang menjadi alasannya adalah potensi untuk mendapatkan medali.
(cas/roz)











































