Bukan hal mudah mengalahkan juara bertahan, Popsivo harus melewati set kelima setelah kedudukan imbang 2-2.
Pada set kelima pun laga masih alot. Saling berbalas angka diperagakan kedua tim, sebelum akhirnya Popsivo mengakhiri set kelima dengan skor 15-12.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada set ketiga, saling kejar mengejar angka terus terjadi hingga memasuki akhir set ketiga sebelum akhirnya Popsivo unggul 26-24. Pertamina pun hanya memiliki kesempatan menyamakan kedudukan pada set keempat, dan sukses mengubah skor menjadi 2-2 setelah mengakhiri set keempat dengan kemenangan 21-25.
Dengan hasil imbang, maka laga dilanjutkan dengan set kelima yang dimenangkan Popsivo 15-12, sekaligus merubah skor pertandingan menjadi 3-2.β
Pelatih Popsivo Muhammad Ansori, mengaku memiliki cara tersendiri untuk memotivasi para pemainnya. Dan ternyata hal itu bisa membawa kemenangan timnya.
"Motivasi agar anak-anak jangan tertekan. Saya tegaskan pada para pemain, kita bukan juara bertahan, sedangkan lawan juara bertahan, saya minta main lepas tanpa beban," ujarnya usai pertandingan.
Ansori menambahkan, motivasi tinggi diberikan pada anak asuhnya mengingat tim lawan bukanlah tim kemarin sore. "Saya tekankan, kalah menang saya tanggung jawab. Hasilnya, justru maksimal dan Kami beda satu poin dari Pertamina. Ada beberapa catatan, tapi susah kalau kita membenahi, karena tiap pekan kita main. Diperbaiki sambil jalan saat main, block dll. Step by step," sambungnya.
Kemenangan ini membawa Popsivo bertengger di papan atas klasemen sementara putaran pertama pekan ketiga Pertamina Proliga 2015 dengan 13 poin dan tak terkalahkan selama bertanding.
Namun, posisi Popsivo bisa tergeser oleh Jakarta Pertamina Energi jika pada laga terakhir putaran pertama Minggu (22/2/2015) dapat mengalahan Gresik Petrokimia dan Jakarta PGN Popsivo kalah dari Jakarta Bank BNI 46. Saat ini Jakarta Pertamina mengumpulkan 12 angka klasemen sementara.
Sementara- Tim putri Gresik Petrokimia tak berdaya menghadapi Jakarta BNI 46 mereka kalah dengan skor 3-0 (31-29, 25-19, 25-19).
Kekalahan dari Jakarta BNI ini dinilai cukup mengagetkan karena dianggap meleset dari prediksi."Peluang untuk menang ada, dan kami disini latihan sudah bagus. Tapi hasilnya buruk," kata pelatih Jakarta BNI 46 Taufik Hidayat terpisah.
Gresik Petrokimia sudah bermain maksimal sejak set pertama. Novia Andriyanti dkk mampu menghadapi gempuran serangan lawan.Namun, upaya yang dilakukan tidak membuahkan hasil dan mengakhiri set pertama dengan 29-31.
Pada set kedua, Petrokimia harus kembali menyerah dengan skor 19-25, di set ketiga anak asuh Taufik Hidayat kembali tidak mampu bangkit dan kalah dengan skor 19-25. Pada pertandingan berikutnya, Gresik Petrokimia akan berhadapan dengan Jakarta Pertamina Energi, Minggu.
(rin/mfi)











































