Pemilihan Ketua Umum ISSI Dihelat Lewat Munaslub Besok

Pemilihan Ketua Umum ISSI Dihelat Lewat Munaslub Besok

- Sport
Jumat, 06 Mar 2015 17:20 WIB
Pemilihan Ketua Umum ISSI Dihelat Lewat Munaslub Besok
Mercy Raya/detikSport
Jakarta -

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat mengambil alih pemilihan ketua umum Pengurus besar (PB) Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) lewat Musyawarah Nasional Luar Biasa alias Munaslub besok. Tiga calon ketua umum akan bersaing.

Munaslub itu akan dihelat di Ruang Vanda Gedung Serba Guna Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Sabtu (7/3/2015) mulai pukul 16.00 WIB.

Ketua Pelaksana Munaslub PB ISSI, Sudirman, mengatakan Munaslub ISSI diselenggarakan oleh KONI Pusat berdasarkan SK KONI Pusat No. 06 tahun 2015 tentang pembentukan carateker kepengurusan PB ISSI. Alasannya, karena ada permasalahan organisasi PB ISSI yang berlarut-larut dan tidak ada ujung penyelesaian secara internal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami menyelenggarakan ini sudah melalui proses yang panjang, evaluasi, dan tindakan administrasi sudah dilakukan. Tindakan persuasif juga sudah, tapi tidak selesai. Makanya kami kembali ke statuta KONI dan mengambil alih persoalan ini," kata Sudirman dalam jumpa pers yang digelar di Kantor KONi Pusat, Senayan, Jumat (6/3)

Hingga hari ini, ada tiga orang yang meramaikan bursa calon ketua umum ISSI. Yakni, Doddy Iswandi, Raja Sapta Oktohari, dan Engkos Sindrah. Ketiga calon itu telah memenuhi kelengkapan administrasi yang sebagaimana disyaratkan.

Adapun Munaslub diikuti 26 Pengurus Provinsi ISSI dari 29 yang terdaftar di ISSI. Tiga pengprov yang belum terdaftar adalah Jawa Tengah, Sumatera Barat, dan Kalimantan Tengah.

"KONI sudah melayangkan surat undangan yang di dalamnya jelas tertulis peserta yang hadir adalah Pengprov ISSI yang berlaku kepengurusannya oleh KONI Provinsi," kata Sudirman.

"Jika ada yang sudah lewat masa baktinya tapi dalam statuta ISSI yang disinkronisasi dengan statuta KONI bisa toleransi diperpanjang waktunya, kami anggap itu masih wajar. Panitia akan mengakomodir mereka.

"Peserta yang tidak kami akomodir adalah pengprov yang lahir pasca konflik. Karena kami lihat itu sarat kepentingan. Jadi kami akan tegas dalam hal itu. Semoga Munaslub besok berjalan sesuai trek," harap dia.




(mcy/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads