Pengurus Besar (PB) Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) yang dipimpin Edmound Simorangkir dianggap gagal menjalankan amanat anggota. Nasib induk organisasi yang berkantor di area Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta itu diselesaikan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat lewat munaslub.
KONI memutuskan untuk menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Jakarta pada Sabtu (7/3/2015). Rentetan masalah di internal ISSI menjadi penyebabnya.
Kepengurusan PB ISSI sudah tak fair sejak pemilihan ketua umum periode 2012-2016. Kala itu, Musyawarah Nasional dibuat mendadak. Edmound Simorangkir terpilih menjadi ketua ISSI.
Β
Di tahun pertama sejatinya kepengurusan berjalan baik-baik saja. Konflik mulai mencuat setelah memasuki tahun kedua. Beberapa pengurus sempat dikabarkan melarikan uang organisasi. Selain itu, beberapa program kerja tidak berjalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sederet persoalan itu berimbas kepada ketidakpuasan anggota. Sejumlah pengurus provinsi akhirnya menggelar munaslub di Sidoarjo pada 9 April 2013 sampai terbentuk pengurus ISSI tandingan. ISSI tandingan itu memilih Engkos Sondrah menjadi ketua umum.
Munaslub lain juga digelar sejumlah pengprov yang tak sepakat dengan pengurus lama dan hasil Sidoarjo. Munaslub Santika, 9 April lalu, menunjuk Raja Sapta Oktohari sebagai ketua umum.
Nah, besok Munaslub yang dibuat KONI Pusat juga akan memilih ketua umum baru. Tiga kepengurusan sebelumnya sudah dibekukan. Dody Iswandi, Raja Sapta Oktohari, dan Engkos Sondrah menjadi calon ketua umum yang akan berebut kursi di munaslub.
(mcy/fem)










































