DetikSport
Senin 13 April 2015, 13:53 WIB

Soal Pengelolaan Venue Olahraga, Indonesia Diminta Belajar dari Australia

- detikSport
Soal Pengelolaan Venue Olahraga, Indonesia Diminta Belajar dari Australia ist.
Jakarta -

Perawatan venue-venue olahraga kerap jadi problem tersendiri di Indonesia. Maka itu Indonesia pun diminta belajar banyak dari Australia untuk perawatan venue demi menopang kemajuan olahraga nasional.

Setiap kota di Indonesia memang mempunya venue untuk kegiatan olahraga seperti layaknya SUGBK di Jakarta, Gelora Bandung Lautan Api di Bandung, Gelora Jakabaring di Palembang, Gelora Bung Tomo di Surabaya, atau Manahan di Solo.

Kebanyakan dari bangunan tersebut sudah berusia tua, meski sebagian baru dibangun di atas tahun 2000-an. Dengan tersebarnya venue-venue olahraga di setiap kota, tentunya hal ini dapat memudahkan atlet-atlet lokal untuk berlatih dan menuai prestasi.

Namun permasalahan klasik tetaplah pada soal perawatan yang tentunya membutuhkan biaya tidak sedikit.

Contoh mudahnya adalah GOR Utama Palaran yang terletak di Samarinda, Kalimantan Timur. Seusai digunakan untuk perhelatan PON 2008, praktis kompleks olahraga itu terbengkalai.

Hanya beberapa kali stadion utama digunakan oleh Persisam Putra Samarinda ketika masih berlaga di Divisi Utama. Tingginya biaya perawatan stadion jadi masalah bagi pengelola dan akhirnya beberapa bagian stadion menjadi rusak tak terurus.

Maka dari itu Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, meminta agar Indonesia bisa belajar banyak dari Australia terkait pengelolan venue olahraga. Apalagi dalam tiga tahun mendatang, Indonesia akan jadi tuan rumah Asian Games.

“Kemarin saya mengunjungi Sydney Olympic Games Park, saya melihat kualitas prasarana dan sarana olahraga di masih terawat baik dan masih bisa sepenuhnya digunakan untuk kegiatan kompetisi internasional. Di venue aquatik, tempatnya bahkan ramai karena juga menjadi tempat rekreasi aquatic untuk publik. Ini menjadi pelajaran bagi kita karena banyak venue di Tanah Air, seperti bekas PON, yang tidak terawat dengan baik dan pengelolaannya tidak optimal dalam menopang prestasi olahraga nasional dan pemasalan olahraga," ujar Imam yang baru saja melakukan kunjungan kerja tiga hari ke Australia, seperti dalam rilis yang diterima detikSport.

Dalam kunjungan kerja ke Negeri Kanguru itu, Kamis-Sabtu, 9-11 April 2015, Imam menyempatkan diri melihat berbagai venue di Sydney Olympic Games Park, kompleks olahraga yang digunakan saat Olimpiade 2000. Selain menerima paparan lengkap dari pihak direksi Sydney Olympic Games Park, Menpora juga mengunjungi beberapa venue yang ada di kompleks olahraga tersebut.

Olimpiade Sydney 2000 merupakan pesta olahraga dunia yang digelar sukses di awal abad ke-21 atau disebut Millenium Olympic Games. Ini mendorong mendorong pemerintah Australia, khususnya Pemerintah Negara Bagian New South Wales, untuk tetap memanfaatkan seluruh fasilitas seoptimal mungkin baik sebagai sarana olahraga maupun juga hiburan.

Kunjungan ke Sydney Olympic Games Park ini merupakan salah satu bagian dari kegiatan Imam selama di Australia. Karena dalam waktu dekat akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018, Indonesia memang harus belajar banyak dari beberapa negara tetangga yang pernah sukses menggelar even olahraga akbar.

Sehari setelah mengunjungi Sydney Olympic Games Park, Imam secara resmi membuka Olymppiad 2015 di Wollongong University Campus, Sabtu (12/4). Olymppiad 2015 merupakan Olimpiade Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA).

"Karena memungkinkan terbinanya hubungan silaturahim di antara para atlet pelajar Indonesia yang menjadi kontingen dari seluruh negara bagian se-Australia dan berharap ada yang berpotensi menjadi atlet-atlet andal bagi kontingen Indonesia di berbagai event olahraga internasional. Salam hangat dari Presiden RI bagi para anggota PPIA yang mengikuti Olympiad ini," tutur Imam.

Pada pembukaan Olymppiad 2015, Imam didampingi oleh Dubes RI untuk Australia Najib Riphat Kesoema, Konjen RI di Sydney Yayan GH Mulyana, Walikota Wollongong Gordon Bradbery dan Ketua PPIA Dudi. Hadir juga Deputi Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto.


(mrp/rin)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed