PP Pordasi (Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia). merupakan induk olahraga berkuda yang berdiri sejak tahun 1966, sementara EFI (Equestrian Federation of Indonesia) baru disahkan masuk anggota KONI pada 2013.
Pengurus EFI sendiri merupakan orang-orang yang semula duduk di Komisi Equestrian Pordasi namun memilih memisahkan diri dengan alasan olahraga equestrian memiliki federasi internasional sendiri, terpisah dari olahraga berkuda pacuan dan polo. Namun, Pordasi menganggap aksi tersebut dianggap sebagai ilegal karena tidak dibahas lewat Munas.
Β
Hal ini kemudian jadi awal perseteruan panjang antara Pordasi dan EFI yang sudah yang bergulir sejak 2009 dan berimbas buruk pada pembinaan olahraga equestrian nasional karena masing-masing kubu memiliki atlet dan kuda pada olahraga ketangkasan menunggang kuda tersebut.
Bahkan kedua federasi yang sama-sama telah sah jadi anggota KONI ini memainkan peran dalam hal pembinaan olahraga Equestrian.
Tak ingin konflik itu kian memanjang dan tak ada solusi penyelesaiannya, Imam pun memanggil perwakilan masing-masing federasi, di mana Pordasi lebih dulu menemui Imam di Kantor Kemenpora, Senin 13 April ini. Pordasi sendiri diwakili oleh Ketua Umumnya, M Chaidir Saddak, dan Wakil Sekjen Wijaya Noeradi.
Imam meminta Pordasi segera menuntaskan masalah pada Musyawarah Nasional yang akan digelar tahun ini, plus mengaku dirinya ingin berperan sebagai penengah agar Pordasi dan EFI bisa segera rukun lagi.
"Sebelum Munas Pordasi harus sudah dijadwalkan bertemu (Menpora bersama Pordasi dan EFI). Sebab banyak sekali yang harus diurus. Satu per satu cabor yang berkonflik nanti kita urai," ujar Imam dalam rilis yang diterima detikSport.
"Bisa tidak munas menyelesaikan konflik?" lanjut Imam.
"Permasalahan ini tentu harus ditelaah secara kompehensif dan mengajak kedua belah pihak untuk duduk bersama. Kemudian mencari solusi terbaik demi pembinaan olahraga equestrian Tanah Air. Semua pengurus cabang olahraga harus mengedapkan kebersamaan dan kepentingan nasional. Jika pengurus terus ribut yang kasihan atletnya," papar Imam.
Β
Menanggapi permintaan Imam soal rekonsiliasi itu, Chaidir menjelaskan jika equestrian ingin berpisah dari Pordasi, maka harus lewat Munas.
"Klub-klub equestrian harus hadir dan diputuskan di Munas. Maka masalahnya akan selesai," kata Chaidir.
===
Ket. Foto: Atlet equestrian Indonesia, Larasati Gading, saat beraksi di Asian Games 2014 lalu di Incheon. Larasati berhasil meraih medali perunggu.(AFP/BAY ISMOYO)
(mrp/roz)











































