Menunggu Keppres Asian Games 2018 yang Belum Juga Terbit

Menunggu Keppres Asian Games 2018 yang Belum Juga Terbit

- Sport
Selasa, 14 Apr 2015 18:07 WIB
Jakarta - Sejak akhir tahun lalu Keputusan Presiden (Keppres) sebagai payung hukum Asian Games 2018 belum juga terbit. Terakhir, Keppres itu diharapkan sudah bisa terbit pekan ini.

Sudah berulangkali terbitnya Keppres tersebut meleset dari target karena sejumlah hal. Sebut saja adanya persoalan di tubuh KONI-KOI, atau draft yang tertahan di meja Kementerian Koordinator Pengembangan Manusia dan Kebudayaan (PMK), atau tertahan di Setneg, hingga adanya keinginan Presiden Joko Widodo untuk memasukkan mantan atlet dan kalangan dunia usaha dalam kepanitiaan Asian Games 2018.

Hingga batas waktu host city contract Asian Games pada 20 Maret kemarin, belum ada tanda-tanda payung hukum akan ditandatangani Presiden Joko Widodo--kendatipun Plt Sekretaris Jenderal KOI Hifni Hasan sudah mengatakan bahwa keterlambatan Keppres Asian Games tidak akan membuat Indonesia terkena sanksi karena sudah mengabarkan hal ini kepada OCA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagaimana situasi terkini?

"Kami juga kalau mundur terlalu lama tidak enak. Apalagi Wei Ji Zhong (Wakil Presiden OCA) sampai datang ke Indonesia hanya untuk menanyakan soal Keppres," kata Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S. Dewa Broto di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta.

"Kenapa ini belum selesai? Karena kami ingin event 2018 itu nuansanya sama seperti Bapak Jokowi kemukakan beberapa waktu lalu, beliau ingin banyak menghadirkan kalangan dunia usaha. Sudah kami masukkan di sini. Tapi persoalannya adalah nanti yang menjadi Chief of Command (Komando Lapangan) bukan pejabat pemerintah, atau dari Menpora, tapi adalah seorang dari kalangan CEO," paparnya.

Mengenai hal tersebut, Gatot menuturkan bahwa Kemenpora sudah pernah mencari beberapa nama yang pas untuk pegang komando di lapangan, semisal Chairul Tanjung dan mantan direktur Garuda Indonesia Emirsyah Sattar. Namun, keduanya menolak. Pada prosesnya rapat di Sekretaris Kabinet pekan lalu memunculkan wacana untuk melelang jabatan.

"Kami ada kesulitan, ini jujur karena mencari orang yang sekaliber seperti bapak Chairul, dan bekerja selama 24 jam dari mulai sekarang sampai nanti Asian Games 2018 selesai sulit. Kalau namanya belum ada, ya, kami akan lelang. Cuma memang belum diputuskan karena masih wacana Jumat lalu," ucap Gatot.

Kendati begitu, Gatot menegaskan jika persoalan nama komando lapangan ini tak akan berpengaruh dalam penerbitan Keppres. Ia pun mengusahakan Keppres bakal terbit Jumat (17/4/2015) ini, meski juga tidak bisa menjamin sepenuhnya. "Insya Allah. Kalau tidak, tanya langsung dengan Bapak Presiden," ujarnya.

Seperti (mcy/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads