"Uang lebih penting dari rekor tak terkalahkan," cetus Mayweather saat ditanya apakah dia akan menjaga rekor tak terkalahkan yang saat ini masih dipegang.
Mayweather akan menjalani duelnya yang ke-48 dengan menghadapi Pacquiao di akhir pekan ini. Dari 47 pertandingan yang sudah dijalani, petinju asal Amerika Serikat itu tidak sekalipun terkalahkan -- di mana 26 kemenangan yang diraih dengan KO.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang mengritik saya karena menjadi petarung yang difensif, tapi semalam saat saya duduk di rumah bersama ibu dan anak perempuan, saya katakan pada diri saya sendiri, 'Saya bangga dengan diri sendiri'. Menjadi bagian dari olahraga ini selama 19 tahun, yang terpenting adalah saya akan keluar dari olahraga ini masih dengan pikiran yang tajam."
"Saya tidak berpikir satu pertandingan akan menggambarkan (perjalanan) karier saya. Seluruh 47 pertarungan yang sudah dijalani adalah pertarungan besar. Standarnya selalu tinggi untuk Floyd Mayweather. Saya pikir jika saya membalikkan prediksi dan ternyata saya dijatuhkan oleh (Juan Manuel) Marquez pertandingan ini tidak akan pernah ada," paparnya.
"Hari Sabtu (Minggu pagi WIB), sebelum dan setelah pertarungan, saya masih akan menjadi 'Yang Terbaik Sepanjang Masa'. Satu pertarungan tidak akan menggambarkan karier saya. Hal hebat terkait karier saya adalah saya seorang pebisnis yang pintar. Karier tinju selama 19 tahun tanpa ada kekalahan, itulah yang sedang kita bicarakan," tuntasnya seperti dikutip dari Telegraph.
Mayweather mendapatkan bayaran US$ 200 juta (sekitar Rp 2,5 triliun) untuk duelnya dengan Pacquiao.
(din/mfi)











































