Salah satu komunitas lari yang akan meramaikan perhelatan Jakarta International 10K adalah Extraordinary Jakarta Runners. Mereka akan menyiapkan booth khusus untuk foto-foto. Siapa mau ikut?
Community Expo merupakan terobosan baru di perhelatan ke-12 Jakarta 10K. Dalam acara yang akan berlangsung pada 31 Mei nanti, komunitas akan diberikan ruang untuk memperkenalkan dirinya. Tujuannya, agar para pecinta lari bisa bergabung dengan klub lari terdekat dengan tempat tinggalnya.
Sebuah rencana sudah dirancang oleh EJR untuk meramaikan community expo. Buat yang suka foto-foto, akan disediakan booth khusus oleh EJR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika menilik kebiasaan komunitas EJR dalam beberapa event lari, maka tak heran ide untuk membuat booth foto itu muncul.
"Kami juga biasa menjadi tim narsis, kami selalu mencari kamera untuk pose seaneh-anehnya lalu baru lari lagi," ungkap Dwi lagi.
Selain suka foto-foto, klub yang berdiri sejak 27 April 2013 ini mempunyai hal unik lainnua. Mereka punya slogan 'no one left behind'.
"Kami selalu berlari bareng-bareng dan menunggu pelari terakhir. Di beberapa lomba kami lari paling terakhir, bahkan sampai panggungnya hampir ditutup," kata Dwi.

Kendati demikian, beberapa anggota EJR juga tetap bersiap serius untuk menyambut lomba lari yang akan menempuh rute silang barat daya Monas, menuju ke jalan Budi Kemuliaan, jalan Abdul Muis, jalan Gajah Mada, lalu berputar di Glodok, menyusuri jalan Hayam Wuruk, jalan Medan Merdeka Barat lewat kantor RRI, dan finis kembali di Monas.
"Di hari Selasa, kami ada easy run dengan jarak 6 kilometer. Rabu, ada interval sejauh 350-400 meter sebanyak 10 kali, tempo run di hari Jumat sebanyak 8-10 kilometer. Sabtu atau Minggu lari sjauh 10-15 km yang dilakukan sekitar jam 6-7 pagi," ungkap Dwi.
(cas/din)










































