Advisor UCI Jamaludin Mahmood mengatakan, "excellent level" ini merupakan penilaian UCI dari gelaran ITdBI tahun lalu (2014). Label ini merupakan poin tinggi di kejuaraan balap sepeda internasional, yang nilainya di atas 90.
"Ada 27 event balap sepeda di Asia di kelas 2.2, tapi hanya ada 2 event yang mendapat predikat excellent, salah satunya Banyuwangi. Ini semua berkat komitmen yang tinggi dari semua pihak untuk mendukung event ini," ujar pria asal Malaysia itu di Banyuwangi, Senin (4/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βDi sini UCI melihat bagaimana penyelenggara mampu membangun komunikasi dengan peserta dan tim penilai, sehingga perlombaan bisa berjalan dengan rapi,β kata Jamaludin.
Yang kedua adalah prioritas keamanan selama berlangsungnya perlombaan. Parameternya adalah terjaganya keamanan sepanjang jalur yang dilalui peserta, serta koordinasi lintas aparat keamanan yang terlibat, mulai dari Kepolisian, TNI, dan dinas terkait.
Ketiga, yang juga menjadi kriteria penilaian adalah promosi ajang balap sepeda internasional melalui media massa.
βBiasanya tim UCI langsung memantau lewat media-media di setiap akhir etape. Jadi langsung terpantau berapa banyak berita yang muncul. Semakin banyak semakin baik penilaiannya,β ujar Jamal.
Keempat, juga dilihat bagaimana event ini bisa membawa dampak positif bagi masyarakat, misalnya berputarnya perekonomian masyarakat saat event berlangsung, infrastruktur jalan yang semakin membaik dan menumbuhkan kebanggaan bagi warga.
βJalan yang bagus 'kan tidak hanya dirasakan oleh peserta balap sepeda, tapi juga dinikmati oleh masyarakat untuk jangka panjang. Begitu juga transaksi jual beli saat event berlangsung, yang membuat ekonomi masyarakat bergerak."
International Tour de Banyuwangi Ijen sudah digelar sejak 2012 dan sudah masuk agenda rutin (calendar of event) UCI. Tahun ini balapan akan diikuti pebalap-pebalap dari 27 negara.
(a2s/fem)










































