Tour de Ijen Dinilai Alami Banyak Peningkatan

Tour de Ijen Dinilai Alami Banyak Peningkatan

- Sport
Sabtu, 09 Mei 2015 22:35 WIB
Tour de Ijen Dinilai Alami Banyak Peningkatan
detikSport/Ardian Fanani
Banyuwangi -

Kualitas penyelenggaraan ajang kompetisi balap sepeda International Tour de Banyuwangi Ijen (ITDBI) tahun ini dinilai meningkat, mulai dari sisi manajemen penyelenggaraan, keamanan, hingga kompetisi antarpebalap.

Hal itu diungkapkan advisor UCI (Union Cycliste Internationale) yang juga race director ITDBI 2015 Jamaluddin Mahmood, saat Closing Ceremoni di RTH Blambangan Banyuwangi (9/5/2015).

Menurut Jamal, penyelenggaraan ITdBI 2015 ini secara kualitas meningkat 70 persen. Dari sisi manajemen penyelenggaraan berjalan sangat rapi. Hal ini terlihat dari selama berlangsungnya perlombaan tidak timbul masalah yang berarti. Perlombaan berjalan dengan lancar. Dari sisi keamanan pun tak berbeda jauh. Para pembalap semua memuji keamanan saat berlangsungnya lomba.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka mengaku sangat nyaman bersepeda di sini. Saat mereka breakaway (lepas) dari peleton, jalanan di depannya sudah clear, dan yang paling penting, partisipasi masyarakat yang tinggi mampu memberikan motivasi kepada para pembalap untuk menunjukkan performanya secara maksimal. Mereka merasa nyaman ikuti lomba di sini," ujar Jamal.

Di sisi kualitas pembalap, kecepatan pebalap di rute flat etape terakhir pun mampu menunjukkan kecepatan rata-rata yang hampir setara dengan pebalap di Tour de France.

"Saya terkejut lihat result kecepatan rata-rata pebalap di etape 4 ini, capai 44,72 km/jam. Hampir setara dengan kecepatan di Tour de France. Ini menunjukkan bahwa pebalap yang bertarung di sini benar-benar menunjukkan kemampuannya secara maksimal," ujar Jamaluddin yang juga sebagai advisor UCI (Union Cycliste Internationale).

Diterangkan Jamal, salah satu faktor yang menyebabkan tingginya performa pebalap adalah keputusan pihak penyelenggara untuk memangkas rute menjadi 555 km, dari tahun sebelumnya yang 622 km. Pemangkasan ini akhirnya memicu para pebalap untuk bertarung sejak kilometer awal lomba.

"Rute panjang tahun kemarin itu justru membuat pebalap menyimpan tenaganya di akhir setiap etape, mereka lebih memilih endurance. Kalau sekarang berbeda, mereka masing-masing fight untuk curi poin dari awal karena pendeknya rute," kata Jamal.

(krs/mrp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads