Latihan Mengatasi Angin dengan Ban Dalam

Latihan Mengatasi Angin dengan Ban Dalam

Mercy Raya - Sport
Jumat, 22 Mei 2015 00:14 WIB
Jakarta - Atlet cabang panahan tak cuma butuh melatih kekuatan tangan untuk memanah, namun juga harus bisa mengatasi angin agar bisa melepas tembakan sesuai bidikan. Inilah yang sedang diaplikasikan tim pelatnas panahan Indonesia.

Deni Trisjanto, pelatih tim nasional panahan, mengatakan selama empat bulan terakhir dirinya sudah membuat program khusus sebagai panduan untuk para atlet sebelum bertanding di SEA Games. Dimulai dari standar tes, latihan fisik, teknik, taktik, dan mental.

Di dalam standar tes, Perpani menetapkan skor awal bagi para atlet yang ingin lolos seleksi nasional. Seperti nomor recurve perorangan 70 meter putra harus mencapai 345, sementara putri mencapai skor 340. Sedangkan untuk recurve beregu putra dipatok angka skor 690 dan putri 680.

Berbeda, untuk nomor compound perorangan 50 meter si atlet dipatok skor 355 untuk putra dan 347 untuk putri. Compound beregu putra 50 meter skornya 710 dan 694 untuk putri.

Setelah mendapatkan atlet yang sesuai dengan keinginan, Perpani mulai menerapkan beberapa metode latihan yang terdiri dari latihan fisik, teknik, taktik, serta mental.

β€œEmpat bulan ini kami pakai sistem dengan dasar ilmu teknologi. Jadi setiap atlet diberi buku saku untuk pencapaian harian mereka. Misalnya per hari itu, atlet si A capai skor berapa. Jadi tingkat akurasinya kelihatan," katanya.

"Kami juga mencoba memodifikasi latihan. Salah satunya dengan menginjak ban saat sedang memanah. Ini cara kita untuk mengatasi angin. Jadi bagaimana si atlet tetap fokus dan seimbang meski angin sedang kurang bersahabat,” papar Deni.

Apa yang diterapkan pelatih asal Surabaya ini ke dalam pelatnas panahan cukup penting mengingat pengalaman saat di SEA Games Myanmar dua tahun lalu. Panahan yang awalnya menargetkan tiga emas, harus puas pulang hanya membawa dua emas dari nomor recurve beregu putri dan compound beregu putri.

Satu medali emas yang digadang-gadang bakal dibawa pulang ke tanah air harus hilang karena angin yang kurang bersahabat.

β€œItu latihan ban 'kan untuk menjaga keseimbangan juga. Kami belajar pengalaman dari Myanmar.”

Selain latihan keseimbangan, Deni juga menerapkan latihan fisik untuk menguatkan otot-otot dari lengan.

β€œSekarang gini yang namanya cabang panahan dari segi fisiknya harus dikuatkan. Beratnya busur itu sekitar 4 kilo, tarikannya sekitar 60 pon, jadi kekuatan otot-otot lengan harus dilatih. Di samping kekuatan otot lengan juga berpengaruh pada akurasi tembakan anak panah," tukasnya.

(Mercy Raya/Rifqi Ardita Widianto)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads