Setiap tahun pihak penyelenggara memang mengundang banyak pelari internasional untuk berpartisipasi di event ini. Mereka yang diundang akan mendapatkan sejumlah fasilitas seperti akomodasi, uang tampil, plus hadiah besar jika keluar sebagai pemenang.
"Yang kami undang tentu saja harus memenuhi syarat yang sudah jadi standar IAAF (federasi atletik internasional). Salah satunya adalah mereka harus menyertakan bukti dokumen rekomendasi dari federasi di negaranya," ujar Dardityo Santoso dari D&D Production, race management Jakarta International 10K (JI10K) 2015, Jumat (22/5/2015).
Pria yang akrab disapa Didit itu mengungkapkan, tahun lalu diketahui ada sejumlah peserta asal Kenya yang sengaja menetap lama di Jakarta, sampai berbulan-bulan lamanya dan tidak kembali ke negaranya, hanya karena ingin mengikuti JI10K, lantaran berharap menang dan dapat hadiah besar.
"Tapi ketika kami cek legalitasnya, mereka tidak bisa menunjukkan itu, termasuk rekomendasi dari federasi negaranya. Jadi mereka kami coret. Buat kami, aturan tetaplah aturan yang harus ditaati," ucap Didit.
Ia menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir JI10K didominasi pelari-pelari asal Afrika (dan juga Asia) karena faktor cuaca.
"Terutama dari dari Eropa banyak yang menganggap cuaca Jakarta terbilang ekstrem: panas dan lembap. Sebaliknya, hal itu menjadi tantangan tersendiri buat para peserta," sahutnya.
Dalam tiga edisi terakhir, JI10K kategori pelari elite internasional dimenangi oleh Silas Kiputro dari Kenya. Catatan terbaik dia adalah 28 menit 52 detik, yang dibuatnya tahun lalu. Sampai saat ini rekor event adalah 28 menit 21 detik, yang dibuat Titus Kwemoi Masai di tahun 2010. Adapun rekor dunia untuk lari 10K (trek jalan raya) adalah 26 menit 44 detik.
Tahun ini JI0K akan digelar pada 31 Mei, start pukul 06.30 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, cuara pada hari tersebut adalah cerah berawan.
JI10K diadakan oleh Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Provinsi DKI Jakarta, dengan koordinasi PB PASI. Event ini juga merupakan rangkaian dari program HUT Jakarta yang jatuh setiap tanggal 22 Juni. (Andi Abdullah Sururi/Lucas Aditya)











































