"Pintu Narkoba dimulai dari merokok. Memang sudah seharusnya pemerintah tegas terhadap konsumsi rokok. Kami siap menyambut Tobacco Free Asian Games 2018," ungkap Alex Noerdin dalam rilis pers dari Komnas Pengendalian Tembakau yang diterima detikSport.
Pernyataan tersebut dilontarkannya setelah menerima kunjungan Komnas Pengendalian Tembakau (Komnas PT) di kantor Gubernur Sumatera Selatan, Palembang. Pertemuan itu membahas penyelenggaraan Smoke Free Asian Games 2018 mendatang. Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum Komnas PT Prijo Sidipratomo, Ketua Kadin Provinsi Sumsel Ahmad Rizal, dan Pengurus Bidang Medik Komnas PT Hakim Sorimuda Pohan.
Dinyatakan dalam rilis tersebut, ajang Olimpiade telah bebas asap rokok sejak tahun 1988 dengan dimulai pada Olimpiade Musim Dingin. Sejak itu sudah ada beberapa pembaharuan komitmen melalui berbagai memo, seperti 2002 WHO-FIFA kolaborasi untuk Piala Dunia bebas tembakau di Jepang dan Republik Korea. Sejak tahun 2003, SEA Games juga disebut telah mendeklarasikan harus bebas asap rokok.
"Baru-baru ini, pada tahun 2010, WHO dan IOC menandatangani MOU untuk mempromosikan pilihan gaya hidup yang sehat, termasuk aktivitas fisik, olahraga untuk semua dan Olimpiade Bebas Tembakau."
"Dalam berbagai ajang pertandingan tingkat dunia, sponsor produk tembakau telah sejak lama dilarang. Hal ini dilatarbelakangi karena adanya komitmen bersama dari berbagai Negara di dunia untuk melindungi masyarakatnya dari bahaya rokok," beber rilis tersebut.
Kerangka kerja komprehensif yang disepakati oleh negara-negara di dunia sebagai komitmen itu terangkum dalam Konvensi Pengendalian Tembakau atau FCTC (Framework Convention on Tobacco Control). Di dalamnya disebutkan bahwa pelarangan iklan, promosi, dan sponsorship terbukti dapat menjadi cara efektif untuk mencegah meningkatnya perokok pemula.
"FCTC adalah panduan komprehensif yang bisa menjamin terwujudnya Indonesia Sehat dan mendukung program Kartu Sehat yang saat ini menjadi andalan pemerintah. FCTC mencegah pemborosan keuangan Negara yang sia-sia hanya karena konsumsi rokok masyarakat. Komnas PT dan seluruh komunitas peduli kesehatan sangat bergembira dengan komitmen gubernur untuk menjadikan Asian Games 2018 bebas dari asap dan sponsor rokok," ucap Ketum Komnas PT Prijo Sidipratomo.
(Kris Fathoni W/Lucas Aditya)











































