Β
Masalah itu buntut dari dualisme PTMSI. Tak juga menerima atlet yang diajukan untuk ke SEA Games, Komite Olimpiade Indonesia akhirnya hanya mendaftarkan delapan petenis meja demi mendapatkan kuota di SEA Games Singapura yang akan dimulai 5-16 Juni.
Dalam perkembangannya, kubu Marzuki Alie meloloskan enam petenis meja, sedangkan Oegroseno mengirimkan tiga atlet. Kelebihan satu atlet itu yang jadi masalah.
Masalah makin berkembang saat entry by name. Yon yang sudah mengikuti pelatnas dan dinyatakan lolos malah tak terdaftar. Muncul nama Gilang. Gilang tak mengikuti rangkaian pelatnas.
Yon pun meradang. Dia menanyakan kejelasan nasib ke KOI bertepatan pada manager meeting di Kantor KOI, Senayan, Jakarta pada Rabu (27/5).
Wakil Ketua Kontingen Indonesia Ade Lukman tak bisa memberi solusi. Pernyataan dia normatif belaka.
βIni memang realita yang harus diterima dan kami mengharapkan atlet bisa tampil maksimal. Dan saat pergantian itu pun sudah memperhitungkan nomor-nomor yang akan dipertandingkan. Kami hanya meneruskan," kata Ade kepada wartawan.
Dikonfirmasi kepada Mimi Irawan, koordinator Satlak Prima bidang permainan, dia mengakui status Yon memang mengambang. Dia pasti turut berangkat ke Singapura tapi tak ada kepastian bakal tampil atau tidak.
βYang berangkat ada sembilan atlet, termasuk Yon Mardiono. Tapi status Yon bisa tanding atau tidak masih menunggu technical meeting pada 31 Mei di Singapura. Karena kita tahu Singapura itu ketat, jadi kami masih mengusahakan,β kata Mimi.
Tenis meja rencananya akan bertolak ke Singapura pada 29 Mei. Sementara pertandingan akan dimulai pada 2 Juni 2015. Tenis meja ditargetkan satu emas dan tiga perunggu. Emas diharapkan diraih dari nomor ganda campuran.
(Mercy Raya/Femidiah)










































