Hari masih menunjukkan pukul 07.30 WIB, tapi sejumlah pelari sudah banyak melintas di Stadion Madya, Senayan, Sabtu (30/5) pagi. Mereka bukan atlet-atlet pelatnas melainkan pelari asing yang tengah mempersiapkan diri jelang event Jakarta International 10 K yang akan digelar Minggu (31/5/2015) besok.
Menumpangi dua bus yang disediakan oleh panitia, sejak pukul 07.00 WIB mereka bergegas untuk memulai latihan. Tercatat ada sekitar 10 atlet elite dunia yang latihan pagi itu.
Dua di antaranya adalah pelari asal Kenya, Fredrickβ Kipchumba Ngeny dan Charles Wachira Maina. Didampingi oleh panitia, mereka mempersiapkan diri sambil mengitari lintasan di Stadion Madya. Hal yang sama juga dilakukan oleh pelari-pelari asing lainnya.
Sekitar satu jam mereka menjalani latihan dan beberapa kali berhenti untuk beristirahat. Ya, cuaca di stadion yang terik membuat keringat mereka pun cukup terkuras.
Hal itu dibenarkan Charles. Dia yang sejak tadi selalu lari beriringan dengan Fredrick cukup merasakan cuaca yang amat panas di Jakarta. β
"Saya sudah beberapa kali ke sini dan mengikuti 10K, tapi untuk persiapan kali ini jauh lebih beda. Kami menyimpan taktik yang bagus untuk perlombaan besok dan kami merasa jauh lebih siap dari sebelumnya," kata dia.
Selain berlatih untuk menghadapi persaingan yang ketat, Charles juga bersiap menghadapi cuaca yang panas. Kondisi cuaca di Jakarta dengan di negaranya cukup berbeda meski sama-sama panas.
βBerlari di sini sangat sulit karena cuaca di sini sangat panas, jadi ini tantangan yang luar biasa buat saya. Sebelum saya tiba di Jakarta saya lebih dulu melakukan latihan di negara saya," lanjut Charles.
"Memang sama-sama panas, tapi untuk tingkat derajat lebih tinggi di sini. Di Kenya memang panas sekitar 23 derajat, tapi di sini 30 derajat. Jadi buat saya ini sebuah tantangan yang besar," ungkapnya.
Senada dengan Charles, Fredrick yang memiliki catatan terbaik 28 menit 02 detik ini membenarkan pernyataan temannya tersebut. Ia juga mengaku sudah tidak sabar menunggu pertandingan besok pagi.
βSaya pikir persiapan saya sama dengan yang teman saya katakan tadi. Cuaca panas menjadi tantangan kami untuk memenangkan perlombaan. Tapi kami akan mencobanya,β tuturnya.
Tiba di Jakarta, Jumat (29/5) kemarin, persiapan Fredrick memang tidak main-main. Selain berlatih di negara asalnya yaitu Kenya, ia juga sempat berkunjung ke Jerman dulu, sebelum akhirnya singgah di Jakarta.
βSaya persiapan lebih dulu di Kenya, kemudian di Jerman, beberapa bulan kemudian saya datang ke sini. Target saya kemari adalah menang. Setiap orang pasti punya keinginan itu. Makanya kita berharap saja,β katanya.
Ia juga menyadari perlombaan besok akan lebih sulit. Hal ini tak lepas dari kehadiran juara bertahan Silas Kipruto. Di gelaran Jakarta International 10K 2013 dan 2014, Silas selalu menjadi juara.
βSilas adalah pemenang tahun lalu dan dia bisa saja akan kembali menjadi juara pada event besok. Tapi perlu disadari perlombaan besok tidak akan mudah karena setiap orang ingin menang jadi persaingan besok cukup ketat. Makanyan saya tidak sabar menunggu perlombaan besok,β kata Fredrick seraya tertawa.
Fredrick pun menyebut jika ia menjaadi juara di Jakarta Internasional 10K tahun ini maka hadiahnya akan digunakan untuk berbisnis sepakbola. βKalau saya menang saya ingin uangnya dipakai untuk bisnis sepakbola,. Karena saya punya usaha di Kenya,β simpulnya.
(Mercy Raya/Novitasari Dewi Salusi)











































