Puluhan peserta JI10K, beberapa di antaranya pelari elite, ambruk setelah melewati garis finis di Silang Monas Barat Daya, Jakarta Pusat, Minggu (31/5/2015). Mereka langsung mendapatkan ditangani oleh para petugas medis dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.
Yang pingsan atau tak lagi kuat berjalan ditandu ke rumah sakit lapangan, sedangkan yang masih kuat berdiri dipapah ke tempat yang sama.
Rumah sakit lapangan itu terletak di belakang garis finis. Ukurannya tak terlalu besar, sekitar 10x5 meter. Ada puluhan petugas medis, baik dokter maupun perawat, yang bertugas di rumah sakit lapangan ini.
Di rumah sakit lapangan ini, para peserta mendapatkan perawatan sesuai kondisi masing-masing. Beberapa peserta yang mengalami kram mendapatkan semprotan pengurang rasa sakit.
Sementara itu, bantuan oksigen akan diberikan kepada mereka yang kehabisan napas. Beberapa peserta bahkan sampai diinfus karena mengalami dehidrasi dan ada yang muntah-muntah.
"Tadi kelelahan banget," aku Erlan, 11 tahun, salah satu peserta JI10K yang mendapatkan bantuan oksigen.
Setelah kondisinya membaik, para peserta diizinkan meninggalkan rumah sakit lapangan. Sementara mereka yang butuh perawatan intensif lebih lama berada di rumah sakit.
"Kebanyakan kram. Ada juga yang pingsan," kata salah satu petugas medis, Zitthar Aritonang M.Kes.
"Kita beri anestesi. Ada juga yang diinfus. Itu yang muntah kita beri infus, takutnya dia dehidrasi," tuturnya.
(Meylan Fredy Ismawan/Mohammad Resha Pratama)











































