Bertanding di OCBC Aquatic Centre, Aji --begitu Triady Fauzy Siddiq biasa disapa-- kalah cepat dari perenang Singapura, Joseph Isaac Schooling, dan Napat Wesshasartar (Thailand).
Aji yang berada di belakang mereka hanya mampu membukukan waktu 23,11 detik. Sementara Schooling tiba di titik finish lebih dulu dengan catatan waktu 22,47 detik, disusul Wesshasartar usai melahap dengan waktu 23,08 detik.
Aji tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya karena sudah gagal mempertahankan medali emas yang ia raih saat di SEA Games Myanmar dua tahun lalu. Ini kegagalan keduanya setelah sehari sebelumnya, dia juga gagal meraih medali emas di nomor 100 meter gaya bebas. Di nomor tersebut Aji harus gigit jari karena hanya berada di peringkat empat.
"Kecewa dengan performa saya di SEA Games 2015 kali ini. Tapi, ya, saya sudah memberikan yang terbaik," kata Aji usai bertanding.
Ia menjelaskan bahwa kekalahannya hari ini membuktikan jika perenang Indonesia memang sudah kalah jauh dari Singapura. Tidak hanya dari segi fasilitas, tapi juga dari sisi sport science.
"Nggak hanya fasilitas, dari segi sport science Indonesia juga kalah jauh. Itu belum ditambah dukungan dari para penonton yang tadi datang cukup banyak," urainya.
"Hasil ini menjadi pelajaran buat saya ke depannya. Saya harus latihan lebih keras lagi, lebih keras dari lawan," kata Aji.
(mcy/roz)











































