Di nomor tunggang serasi individu dalam perlombaan di Singapura Turf Club Riding Centre, Selasa (9/6/2015) ini, Larasati Gading meraih medali emas sedangkan Alfaro Menayang menyabet perunggu.
Larasati meraih medali emas setelah meraih total skor tertinggi yaitu 74.300, disusul atlet Singapura Caroline Pei-Jia Chew dengan skor 72.775. Alfaro mengumpulkan skor 70.575.
"Secara hasil puas tapi perfoma enggak puas. βTadi itu saya sempat salah jalan sehingga saya harus improvisasi mencari jalan agar sampai di tempat yang sama, dan akhirnya berhasil dengan total skor yang ada," kata Larasati kepada detikSport.
"Total skornya pun beda sedikit dengan atlet Singapura. Alfaro juga sudah luar biasa bagus meski meraih posisi tiga. Apalagi melihat persiapan yang minim dan dari kemarin juga sudah bertanding," tambahnya.
Hasil pada hari ini menambah medali emas lain dari cabor Berkuda sebelumnya, yang diraih dari nomor tunggang serasi beregu, pada hari Sabtu (6/6) lalu. Mengevaluasi hal tersebut Larasati berharap cabor yang juga disebut dengan Equestrian itu bisa dapat dukungan dan perhatian lebih besar lagi di masa depan.
"Jangan sampai kami main sendiri, latihannya pun harus sudah lama tidak bisa sebentar. Belum lagi dana yang diberikan juga terbatas. Ini kuda mesti ada karantina juga, nah perlu biaya juga. Jadi ke depan diharapkanlah dukungannya dari seluruh masyarakat equestrian juga pemerintah," ujar Larasati.
βSementara Sekjen EFI Prasetyono Sumiskum, mengatakan hasil ini sudah sesuai target. β"Ini sudah sesuai target dari PP maupun Satlak Prima dari hasil multievent, dan khusus Larasati dari November 2015 memang sudah mulai pelatnas di Jermanβ," katanya.
β"Ke depan kami harus antisipasi ini dan tidak boleh lengah dalam hal persiapan karena atlet Singapura yang berada di peringkat dua kemauannya cepat sekali dan kelihatan juga keseriusan mereka dalam merebut emas," sebutnya.
(mcy/krs)











































