Empat medali emas ditargetkan tim kano di SEA Games 2015. Target itu meleset karena cuma tiga medali emas yang berhasil digondol.
Pelatih nasional tim Kano Mohammad Suryadi mengatakan bergesernya itu tidak lepas dari persiapan tuan rumah yang jauh lebih lebih baik daripada Indonesia. Salah satu akibatnya, Erny Sokoy pun gagal mempertahankan medali emasnya saat di SEA Games Myanmar tahun 2013.
"Di sektor putri banyak yang meleset. Itu yang perlu kami perbaiki," ungkap Suryadi.
Sejak bertanding di Marina Channel, Singapura, dari Sabtu (6/6/2015) lalu, tim Kano Indonesia total mengoleksi 13 medali; 3 medali emas, 4 perak, dan 6 perunggu.
Meski tidak sesuai prediksi tetapi Suryadi menegaskan adanya pergerakan komposisi medali ke arah yang lebih baik. "Ya, dari yang sebelumnya di SEA Games di Myanmar kami tidak bisa dapat, di Singapura justru berhasil."
Novak Ferenc, pelatih asing tim Kano dan Kayak Indonesia, mengemukakan hal senada. Ia pun yakin hasil timnya bisa lebih baik di masa depan dengan adanya persiapan yang lebih baik.
"Memang mereka bertanding belum dengan perfoma terbaiknya tapi semuanya bisa dilakukan selangkah demi selangkah. Pastinya ke depannya tim kano bakal lebih kuat. Menang atau kalah pβertandingan telah usai. Kami harus fokus pada kejuaraan berikutnya," ucapnya.
Sehubungan dengan hal itu Manajer tim Kano Indonesia Hari Sudarta juga mengutarakan harapan agar di masa pemerintah bisa lebih memperhatikan cabang olahraga ini.
"Kami sudah memperhitungkan soal tuan rumah, hanya saja mereka jauh di atas perkiraan kami. Mungkin mereka dapat dukungan yang bagus dari pemerintahnya sementara kami peralatan datang terlambat. Saya harap ke depannya pemerintah bisa memberi perhatian yang lebih lagi pada cabang dayung," harapnya.
(mcy/krs)











































