Bertanding di Marina Channel, atlet asal Ambon ini berhasil menjadi yang tercepat usai membukukan waktu 1 menit 31,50 detik di nomor single schulls 500 meter putra. Memo mengungguli pedayung Myanmar Min Aung Ko dan pedayung Thailand Prem Nampratueng.
Bagi Memo kemenangan ini sebagai pembuktian setelah sebelumnya pada event yang sama kalah. "Dua tahun lalu saya raih perunggu sekarang saya bisa rebut kembali medali emas yang saya inginkan di kelas ini tentu sangat senang dan bangga," kata Memo usai bertanding.
Sejak awal pertandingan, pria berpostur tubuh 193 cm ini βsudah tampil konsisten dan unggul. Saat mendekati finish Memo mulai menambah kecepatannya dan berhasil meraih yang pertama.
"Saya sudah mempersiapkan semua sejak delapan bulan lalu. Sekarang airnya lebih tenang ketimbang kemarin agak bergelombang."
"Emas ini saya persembahkan untuk orang tua saya dan saya harap dengan kemenangan ini bisa memotivasi saya untuk masuk olimpiade," ungkapnya.
Selain nomor βmen's singel schull, Memo juga akan bertanding di men's singel schull 1.000 meter.
"Saya akan berjuang keras. Hari ini istirahat yang cukup karena targetnya nanti juga emas. Kalau masalah cuaca tidak ada masalah karena sama saja dengan saat latihan," βpungkasnya.
Pada hari yang sama rowing Indonesia juga menyumbang medali emas lain di nomor 500 atas nama Maryam Makdalena Daimoi. Satu perak dipersembahkan Ardi Isadi nomor perlombaan men's lightweight singel 500 meter, dan dua perunggu kelas women lightweight double 500 meter atas nama Yuniaty dan Wahyuni, serta Arief dan Ihram di nomor perlombaan men's lightweight double 500 meter.
(mcy/rin)










































