Dalam perlombaan di Stadion Nasional Singapura, Kamis (11/6/2015), Dedeh melewati garis finis di posisi dua. Ia kalah dari pelari Thailand, Wallapa Punsoongneun.
"Saya juga pengennya menang karena larinya enak banget kok dan memang enggak mikir kiri kanan saya larinya seperti apa yang penting fokus saja bagaimana bisa sampai tujuan. Tapi mohon maaf medali emasnya lepas," katanya.
"Walau begitu saya tetap bersyukur karena bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik meski tidak sesuai harapan, karena limit waktunya dengan pelari gawang Thailand ini juga tidak jauh-jauh sekali," lanjut ibu satu anak tersebut.
Dua tahun lalu Dedeh sukses meraih medali emas nomor itu, seperti halnya pada 2007 dan 2009. Sedangkan pada 2011 ia meraih medali perak sebagaimana halnya saat ini. Dedeh pun melihatnya tak lepas dari rivalitasnya dengan Wallapa.
"Tahun 2011 dia dapat emas, SEA Games 2013 saya rebut, nah tahun ini kembali ke dia. Memang saya selalu kejar-kejaran dengan dia," ungkapnya.
Pada usianya yang sudah 35 tahun, Dedeh telah 10 kali mencicipi SEA Games. Meski ajang di Singapura ini diprediksi akan jadi SEA Games terakhirnya, Dedeh menegaskan tetap siap jika dipanggil pelatnas untuk multievent selanjutnya.
"Yang terdekat setelah ini Kejurnas atletik bulan Agustus, baru PON Jawa Barat 2016. Kalau untuk SEA Games 2017? Saya tetap latihan, latihan, dan latihan terus. Jika disuruh masuk pelatnas SEA Games saya siap," ujarnya.
"Saya tidak bilang ini SEA Games terakhir. Cuma kok saya penasaran, masa SEA Games terakhir dapat perak," kata peraih tiga kali emas ini. Untunglah teman-teman hari ini ada yang dapat emas. Mudah-mudahan atletik bisa tercapai target enam emasnya," sebut Dedeh.
(mcy/krs)











































