Β
Rini menjadi yang pertama dan tercepat setelah menyentuh garis finis dengan catatan waktu 10 menit 20,40 detik saat bertanding di StadionNasional, Singapura, Jumat (12/6/2015). Perempuan 32 tahun itu megalahkan pelari Vietnam, Thi Phuong Nguyen, yang meraih perak dengan waktu 10 menit 36,61 detik, dan Jesicca Lynn Barnard (Filipina) dengan catatan waktu 10 menit 36,90 detik.
Β
Sejak tanda start, Rini langsung melesat jauh meninggalkan pesaingnya. Keunggulan yang berhasil dia pertahankan hingga menyentuh garis finis. Sayangnya, di tengah perlombaan Rini terpeleset jatuh saat di rintangan bak air. Itu juga yang akhirnya membuat catatan waktunya tidak maksimal.
Meski berhasil mempertahankan medali emasnya di SEA Games, Rini gagal mewujudkan ambisi pribadinya. Rini ingin mencetak rekor barunya di SEA Games tahun ini, mematahkan rekor atas namanya sendiri yang kini masih belum terpatahkan yakni 10 menit 00,58 detik.
Β
"Sebenarnya target saya memecahkan rekor di SEA Games ini. Karena ini mungkin akan menjadi SEA Games saya yang terakhir," katanya.
Β
"Tapi ya mau bagaimana lagi. Saya tadi sempat jauh dan waktu mau mulai lagi sempat goyang dan nge-blank. Makanya agak terpengaruh juga dengan catatan waktunya.β
Β
Meski begitu, Rini tetap bersyukur dengan hasil yang diperolehnya karena selama tiga kali berturut-turut medali emas nomor 3000 meter halang rintang masih dipegangnya, mulai dari SEA Games 2011, 2013, dan 2015.
Keinginannya untuk mundur di ajang multievent internasional sebenarnya sejak SEA Games 2013 Myanmar. Bahkan ia pernah absen latihan dua bulan. Keputusan itu akhirnya dia batalkan setelah ada permintaan dari PB PASI untuk masuk pelatnas lagi.
"Sebenanrya sudah dari 2013 kemarin saya pengen pensiun. Tapi Bapak Tigor Tanjung (Sekjen PASI) yang menelepon untuk minta ikut SEA Games dulu, akhirnya tanding, lanjut Asian Games 2014., ya sampai sekarang (SEA Games 2013). Tapi kalau SEA Games 2017 diminta lagi saya sudah putuskan tidak mau lagi," ungkapnya.
Ia menyadari lari yang sudah menjadi bagiannya sejak 2001 akan sulit untuk dilupakannya. Tapi demi keluarga ia harus memilih.
Β
βYa pasti gatel (melihat orang lari) sih. Tapi bagaimana lagi saya sudah pengen kosentrasi ke keluarga saja. Kasian anak saya dari bayi ditinggalin saya terus,β ujarnya.
Meski di SEA Games sudah pensiun, Kejurnas pada bulan Agustus dan PON Jawa Barat yang akan digelar 2016 masih akan tetap ia ikuti. Setelah itu ia benar-benar pensiun.
"Kejurnas dan PON masih ikutan. Tapi kalau SEA Games 2017 dan Asian Games 2018 sudah tidak ikut lagi. Sementara untuk aktivitas selanjutnya saya mau belajar lagi jadi pelatih ke level yang lebih tinggi. Karena sekarang saya masih level satu. Ya, semuanya bertahap," tuturnya.
Ia berpesan kepada regenarasi di bawahnya untuk terus semangat dan berjuang mencapai prestasi yang lebih baik lagi.
"Untuk junior-junior saya cepat susul saya karena saya sudah mau selesai jadi jangan malas cepat raih prestasi terbaik karena persaingan di Asian Tenggara berat. Apalagi sekarang sudah ada naturalisasi-naturalisasi. Takutnya terlambat. .β
βSaya juga berterimakasih buat rakyat Indonesia sudah memberi doa dan dukungannya, pelatih saya yang sudah sabar membimbing saya yang sudah emak-emak supaya bisa capai prestasi sampai sekarang. Untuk suami saya yang sudah sabar dan mamahami saya."
Profil Rini Budiarti
Β
Nama Lengkap: Rini Budiarti
Lahir : Gunung Kidul, 22 Januari 1983
Anak ke dua
Orangtua: Subari/Wartini
Suami: Jemi Utiarachman
Anak: Zahfier Utiarachman
Prestasi :
Nomor 800 meter catatan waktu 2 menit dan 08 detik
Nomor 1.500 meter catatan waktu 4:18 (rekornas)
Nomor 5.000 meter catatan waktu 16:08
Nomor 3.000 meter halang rintang 10:00.24 (rekornas)
Emas SEA Games 2013 Myanmar 3.000 meter halang rintang
Emas SEA Games 2011 Palembang 3.000 meter halang rintang
(mcy/din)











































