Adalah Rossi Amir dan Ade Hermana yang masing-masing menyumbang satu medali emas di nomor lompat putri dan lompat putrβa saat bertanding di Bedok Reservoir, Singapura, Sabtu (13/6).
Rossi manjadi yang terbaik usai mengalahkan lompatan peski dari Malaysia, Aaliyah Hanifah Yoong, yaitu 20,20 meter. Sementara Rossi bisa mencapai 29,00 meter.
"Awalnya sempat nervous karena Yoong mampu mencapai 20 meter. Tapi, saat giliran saya, saya melampui capaian dia dan saya mulai bermain lebih santai, terutama di lompatan three quarter. Saya ingin main aman dan akhirnya berhasil. Ini lompatan terbaik saya," kata Rossi.
Demikian pula dengan Ade Hermana yang mendapatkan emas di nomor lompat putra. Pria berusia 27 tahun itu mengalahkan rekan senegara, Febrianto, yang hanya mampu mencapai lompatan 33,90 meter.
Putra dari pelatih nasional Nasir Kadir itu mencatatkan lompatan paling jauh, yakni 46,90 meter, saat melakoni teknik double cut pada kesempatan ketiga.
"Pencapaian hari ini seperti menyempurnakan pencapaian saya. Soalnya pada saat 2011 saya cuma mendapat medali perunggu," kata Ade.
"Tentu saya sangat senang dan bangga karena ini juga merupakan lompatan terbaik saya," tambahnya.
Atas pencapaian Rossi dan Ade hari ini, cabang ski air semakin mendekati target empat medali emas yang dicanangkan sebelumnya oleh pengurus.
Manajer tim ski air, Danny Boestami, mengatakan bahwa masih ada peluang bagi tim ski air Indonesia untuk menambah medali emasnya dan menjadi juara umum seperti saat SEA Games di Palembang.
Hal ini diutarakan Danny karena masih ada tiga nomor lagi yang masih belum dipertandingkan. Tiga nomor itu adalah wakeboard team putra, wakeboard team putri, dan overall.
"Sebenarnya dari nomor apa saja asal dapat emas sudah bisa menjadi juara umum. Hanya kami optimistis bisa ambil di nomor overall. Sementara dua nomor lainnya wakeboard team putra dan putri kekuatan masih dipegang Malaysia dan Thailand. Jadi kita lihat saja nanti," kata Danny.
(roz/roz)











































