Maria mendapatkan tiket Olimpiade di nomor lompat jauh saat tampil di SEA Games. Dia meraih emas dengan lompatan sejauh 6,70 meter. Jarak itu melampaui limit Olimpiade 6,55 meter.
Maria pun bisa segera berfokus untuk berlatih menghadapi Olimpiade tahun depan itu. Berkaca hasil di SEA Games Singapura kali ini, pelatih nasional nomor lompat jauh dan lompat jangkit, I Ketut Pageh, berharap ada renovasi tempat latihan Maria di Bali, dari lapangan berpasir menjadi sintetis.
Situasi itu untuk membiasakan Maria dengan venue yang akan digunakan di Rio de Janeiro nanti. Ya, Maria sejatinya sempat membukukan lompatan lebih jauh, yakni 2,85 meter. Tapi dia didiskualifikasi karena dinilai terlalu cepat saat mengambil start melompat.
Pageh sempat membicarakan kebutuhan itu dengan Ketua Umum KONI Tono Suratman, tapi belum ada solusi konkrit sampai saat ini.
"Keinginan itu (lapangan sintetis) bukan karena Maria ngotot ingin rekor baru. Tapi, memang kurang persiapan di sintesis sehingga timing kurang pas dan masih ragu," ujar Pageh pada Senin (15/6/2015).
"Untuk masalah lapangan sintetis kami sudah bicarakan dengan orang-orang yang bisa menindaklanjuti. Bahkan, saya sudah mulai menyampaikan kebutuhan itu sejak persiapan SEA Games Myanmar dua tahun lalu.
"Saya juga sudah bicara dengan Bapak Tono Suratman (Ketua KONI Pusat). Tapi beliau hanya beri masukan untuk mempertemukan saya dengan KONI (Bali) karena Bapak Tono bilang jika dia tidak punya kewenangan hanya sebatas penyampaian.
"Kalau masih mengandalkan lapangan pasir ya tidak bisa. Mudah-mudahan prestasi Maria tidak menurun di kejuaraan-kejuaraan selanjutnya," ujar Pageh.
βSebelum menuju Olimpiade, Maria dijadwalkan tampil di Universiade bulan Juli di Korea dan Kejuaraan Dunia di Beijing.
"Kejurnas Maria juga tetap ikut main. Sebab di kejuaraan itu dia ditargetkan medali. Lagipula, Maria memang harus turun karena sangat dibutuhkan daerah, kami punya kewajiban bela daerah," jelas dia.
(mcy/fem)










































