Lampaui Target, PASI Tertantang Kembangkan Sumber Emas Lain

Lampaui Target, PASI Tertantang Kembangkan Sumber Emas Lain

Mercy Raya - Sport
Senin, 15 Jun 2015 19:14 WIB
Lampaui Target, PASI Tertantang Kembangkan Sumber Emas Lain
Getty Images
Jakarta - Atletik menjadi salah satu lumbung emas Indonesia pada SEA Games 2015 di Singapura, tapi menilik para rival Triyaningsih dkk. masih teringgal terlalu jauh. PB PASI pun bertekad menambah sumber emas dari nomor-nomor andalan.

Atletik mendonasikan tujuh emas di SEA Games kali ini. Sumbangan itu menjadi salah satu sumber terbanyak emas buat kontingen Indonesia selain dayung. Tujuh emas itu juga menunjukkan atletik berhasil melampaui target yang dipatok sebelum terbang ke Negeri Singa.

Menilik persaingan dengan negara-negara lain, Indonesia boleh dibilang sudah ketinggalan. Pasukan atletik 'Merah Putih' hanya ada di urutan ketiga klasemen akhir atletik dengan koleksi tujuh emas, empat perak, dan empat perunggu. Juara umum atletik menjadi milik Thailand yang meraih 17 emas, 13 perak, dan smebilan perunggu. Vietnam bercokol di urutan kedua dengan mendapatkan 11 emas, 15 perak, dan sembilan perunggu.

PASI pun tertantang untuk mendongkrak pundi-pundi medali di kejuaraan lain berikutnya. Caranya, mereka berniat menggenjot pembinaan dan prestasi dari nomor-nomor tolak dan lempar.

β€œKami harus mempersiapkan nomor-nomor lainnya, seperti lempar lebing, tolak peluru, lontar martil, mengingat yang akan dihadapi ke depan itu tidak hanya SEA Games 2017 di Malaysia tapi juga Asian Games 2018,” kata Sekretaris Jenderal PB PASI Tigor Tanjung kepada detikSport, Senin (15/6/2015).

β€œTapi kalau berbicara peluang medali tentu tidak bisa berbicara sekarang, karena kekuatan Asia dengan Asia Tenggara tentu berbeda,” lanjut dia.

Dia menyebut kalau atlet-atlet yang dipersiapkan di luar nomor-nomor lari sudah ada. Potensi yang ada itu tinggal dipoles agar makin gemilang.

β€œAtletnya ada. Tapi kan untuk bisa bersaing diperlukan banyak faktor. Kalau bisa terpenuhi seperti bebas cedera, makanan yang bernutrisi, program latihan, dan dukungan lain-lainnya mungkin bisa. Tapi untuk mengetahui berapa lama idealnya untuk bisa menghasilkan pelari yang bagus kan tidak sebentar. Artinya butuh proses yang sangat panjang, dan berjenjang,” papar dia.

Ya, tujuh emas yang didapatkan Indonesia didominasi dari nomor-nomor lari. Yakni, 3.000 meter lari haling rintang (Rini Budiarti), 20 kilometer jalan cepat (Hendro), lari 5.000 meter dan 10.000 meter putri (Triyaningsih), dan lari 10.000 meter putra (Agus Prayogo). Dua emas lainnya direbut Maria Londa (lompat jauh dan lompat jangkit putri).

(mcy/fem)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads