Di usia yang masih amat muda, Rio Haryanto dan Sean Gelael menjadi panutan pebalap tanah air lain pada balap formula. Keduanya menghabiskan masa remaja untuk berkompetisi dari satu negara ke negara lainnya.
Lahir dan besar di Solo, Jawa Tengah, Rio kini mulai terbiasa ngobrol dengan bahasa campur-campur, Indonesia dan Inggris. Selain tinggal di Singapura selama kuliah, Rio memang 'dipaksa' untuk lebih sering traveling ke berbagai negara.
Bukan sekadar jalan-jalan biasa, dia sedang mengadu kemampuan dan nyali di sirkuit-sirkuit di seluruh dunia demi mengibarkan bendera Merah Putih di podium balap formula GP2 Series.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perjalanan musim ini masih cukup panjang bagi Rio. Setelah melakoni balapan di Bahrain, Spanyol, dan Monaco, pemuda yang berulang tahun setiap 22 Januari itu masih menyisakan tujuh sirkuit lain di negara-negara berbeda.
Pada 20-22 Juni ini dia akan bertarung di Austria, kemudian berlanjut ke Silverstone Inggris, lalu beralih ke Hungaria, Belgia, Italia, Rusia, dan berakhir di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi.
Tampil di GP2 bukanlah tujuan Rio. Dia bertekad bisa menjadi salah satu pebalap pada balapan Formula 1 secepat mungkin.

Musim ini menjadi musim keempat Rio pada GP2. Pada musim debut di tahun 2012, Rio bergabung dengan tim Marussia Carlin Team dan menutup musim di urutan ke-14. Di musim kedua, Rio bergabung dengan Barwa Addax Team. Pada musim ini, Rio membuktikan kalau dia kompetitif dengan naik podium di Silverstone.
Musim lalu, pemuda yang sudah turun ke sirkuit di usia 6 tahun itu menjadi pebalap EQ8 Caterham Racing. Dia naik podium saat tampil di Monako. Musim ini, Rio menjadi pebalap Campos. Rio tampil oke dengan menjadi yang terbaik dalam sprint race di Bahrain.
Ada sisi menarik yang menjadi kebiasaan putra pasangan Sinyo Haryanto dan Indah Pennywaty tersebut pada setiap balapan. Kendati berpindah-pindah tim dan tentunya berganti mobil, Rio selalu memasang tulisan yang sama pada mobilnya.
"Sejak saya balap selalu ada Ayat Kursi. Itu sebuah kepercayaan saya untuk lebih tenang dan konsentrasi karena ini merupakan lomba dengan kecepatan tinggi apapun bisa terjadi, jadi Insya Allah dengan hal itu tak akan terjadi," kata Rio.
Pebalap tanah air lain yang cukup menjanjikan adalah Sean. Pemuda berusia 18 tahun itu tampil di ajang Formula Renault 3.5.

Putra pasangan Ricardo Gelael dan Rini S. Bono tersebut bergabung dengan Tim Jagonya Ayam with Carlin. Saat ini Sean duduk di posisi ke-13 klasemen dari 21 pebalap. Sebuah catatan oke mengingat musim ini adalah kali perdana Sean turun di Formula Renault 3.5. Sama seperti Rio, Sean bertekad untuk segera bisa menembus Formula 1.
Dua sosok itu boleh dibilang makin menggiatkan munculnya pebalap-pebalap muda lainnya. Setidaknya ada dua pebalap lain yang mulai turut meramaikan balapan formula. Darma Mangkuluhur Hutomo dan Yasuo Senna Iriawan tampil di ajang Formula Masters China Series. Mereka bakal membela Humpuss Junior Racing Team (HJRT).
Seperti Rio, Sean juga harus menjalani rentetan balapan di sirkuit-sirkuit yang tersebar di negara-negara berbeda. Sean berkeliling setidaknya kesembilan negara musim ini. Diawali dari di Sirkuit Aragon di Spanyol, dia meloncat ke Monte Carlo di Monako.
Setelah itu, dia tampil di Belgia dan berlanjut ke Budapest. Pada balapan terdekat, 11-12 Juli, Sean akan tampil di Spielberg dan berlanjut ke Sirkuit Silverstore. Nuerburg di Jerman akan jadi persinggahan Sean berikutnya. Kemudian dia akan tampil di Le Mans, Prancis dan mengakhiri musim di Jerez, Spanyol.
(fem/a2s)











































