Cabang olahraga renang menuai hasil buruk di SEA Games 2015 Singapura. Dipatok lima medali emas, PRSI hanya meraih satu emas yang disumbangkan Indra Gunawan dari 50 meter gaya dada.
Lima emas itu dipatok dari berkaca pada hasil SEA Games 2013 di Myanmar. Kelimanya didonasikan I Gede Siman Sudartawa, Triady Fauzi Siddiq (dua nomor), Ricky Angga Wijaya, dan nomor 4 x 100 gaya ganti estafet putra.
Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PRSI Heru Purwanto mengatakan persiapan tak maksimal. Dia menilai pemilihan pelatih dan uji coba menjadi biang hasil kurang sip itu.
"Yang pertama, hasilnya di bawah target dari lima turun menjadi satu. Yang kedua, kami juga harus intropeksi bahwa kesiapan tim Indonesia memang tidak maksimal. Kenapa?" kata Heru kepada detikSport, Selasa (16/6/205)
"Saya minta uji coba ke Australia itu bulan Januari, ternyata baru berangkat awal April. Sehingga program latihan yang disiapkan di Perth tidak sesuai dengan menu yang kami harapkan. Akhirnya pada saat bulan Mei awal melakukan try out di Sydney Open hasilnya berantakan dan kami tarik tim ke Indonesia.
"Selain itu lawan memang persiapannya lebih bagus. Kami lihat Vietnam mengambil pelatih dari Australia sudah tiga tahun dan hasilnya mereka punya Nguyen yang luar biasa. Mereka pecah rekor SEA Games 800 meter gaya bebas dan gaya ganti. Ini luar biasa," ucap dia.
Heru juga mengisyaratkan kalau masalah dana jadi kendala utama saat persiapan.
"Poin terakhir, Singapura sebagai tuan rumah memang sudah menyiapkan timnya dengan sangat istimewa. Dia merekrut pelatih renang dari Amerika namanya Sergio Lopez yang mereka bayar 35 ribu USD satu bulan. Sementara kami merekrut pelatih dari Ukbezkistan untuk polo air, kemudian pelatih renang indah dari Rusia, dan pelatih lainnya itu 3 ribu dollar sebulan," tutur Heru.
"Artinya apa? Kalau berani rekrut dengan biaya lebih murah ya hasilnya tidak akan maksimal. Kami akan evaluasi terus agar kesiapan kami di SEA Games di Malaysia lebih baik lagi," ucap dia.
(mcy/fem)










































