Circuit de Barcelona-Catalunya akan menggelar seri kedua balapan CEV Spanish Championship. Dimas Ekky Pratama, satu-satunya pebalap Indonesia di ajang ini, akan melanjutkan upayanya menapaki jalan menuju MotoGP.
Balapan di Catalunya, Minggu (21/6/2015) lusa, merupakan seri kedua dari tujuh balapan yang diagendakan jadi rangkaian CEV Spanish Championship tahun ini. Balapan pertama di hebat di Algarve, Portugal pada April lalu.
Turun pada kelas Moto2 European Championship, Dimas Ekky dapat hasil yang berbeda dari dua Race yang digelar di seri perdana tersebut. Pada Race pertama dia berhasil finis di posisi 11, namun masalah pada motor saat start di race kedua membuat dia dapat hasil mengecewakan setelah menyentuh garis finis di luar 25 besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CEV Spanish Championship dikenal sebagai pintu masuk banyak pebalap muda dunia ke ajang MotoGP. Beberapa pebalap kenamaan MotoGP yang sudah menjadi juara dunia lahir dari kompetisi ini, misalnya Casey Stoner dan Marc Marquez.
Dikelola langsung di bawah Dorna (pemegang hak komersial MotoGP) dan kini juga dipayungi oleh FIM, CEV Spanish Championship menjadi salah satu balapan kelas pemula yang meraik banyak pebalap dari penjuru dunia. Selain Moto2 yang diikuti Dimas Ekky, ajang ini memperlombakan beberapa kelas berbeda yakni kelas Moto3 Junior World Championship, Moto2 European Championship, dan Superbike European Championship.
Sementara untuk kelas Moto2 European Championship diikuti sekitar 30 pebalap dari berbagai negara lintas benua Eropa, Asia, Amerika, dan Australia. Kejuaraan balap ini berlangsung sebanyak 7 seri di berbagai sirkuit balap Eropa, yaitu sirkuit Algarve (April), Catalunya (Juni), Aragon (Juli), Albacete (September), Navarra (Oktober), Jerez (November) dan Valencia (November).
Meski baru tahun ini terjun di CEV Spanish Championship, Dimas Ekky sudah punya jam terbang dan prestasi di level nasional dan internasional. Pebalap binaan AHM yang mulai bergabung sejak 2013 iti pernah meraih peringkat 3 Kejuaraan Nasional Supersport 600cc (2013), sementara di level internasional dia menjadi Juara 1 Suzuka 4-Hour Endurance Race Championship (2013), mencetak sejarah pertama kali pebalap Indonesia lolos 7 besar kejuaaran dunia Suzuka 8-Hour Endurance Race Championship (2014) dan peringkat 9 Asia Road Racing Championship kelas supersports 600cc pada 2014.
(din/raw)











































