Raparnas KONI Diwarnai Demo

Raparnas KONI Diwarnai Demo

- Sport
Senin, 21 Feb 2005 11:55 WIB
Samarinda - Rapat Paripurna Nasional KONI 2005 yang digelar di GOR Serbaguna Semtaja, Samarinda disambut dengan demonstrasi baik dari mahasiswa maupun dari kalangan atlet di Kaltim. Para mahasiswa yang berdemo di depan pintu masuk GOR, Senin (21/2/2005), mengaspirasikan masalah Hoki. Mereka meminta kepastian karena masalah kepemimpinan Pengurus Hoki Seluruh Indonesia (PHSI) masih menggantung. Mereka menuntut adanya pemimpin baru setelah masalah tergantung-gantung selama beberapa tahun. Sedangkan hasil keputusan KLB PHSI di Medan, Raij Kumar akhirnya kembali terpilih.Sementara pihak yang tidak puas dengan keputusan tersebut telah mengelar Musyawarah Akbar Masyarakat Hoki se-Indonesia di Gedung KONI, Jakarta. Rizky HM Habibie terpilih sebagai ketua dalam musyawarah tersebut. Raij Kumar yang ditemui menyatakan bahwa dia menemui dan melakukan dialog. Namun Raij mengaku tidak mengerti bahwa di Kaltim ada mahasiswa hoki karena di sini tidak ada lapangan dan Penda di kepengurusannya. "Itu demo mahasiswa tidak spontan, emang di sini ada mahasiswa ada yang main hoki, lapangan dan Pengda saja tidak ada," kata Raij Kumar ditemui sat break Raparnas, Senin (21/2/2005) . "Tapi saya ini adalah orang yang sangat mendukung demokrasi maka saya siap berdialog dengan mahasiswa setiap saat, silahkan saja," lanjut ketua PB PHSI ini. Lepas dari pintu masuk GOR, demo lanjutan kembali terjadi di depan pintu Serba Guna tempat Rakernas berlangsung. Demio tersebut datang dari gabungan ikatan mantan atlet nasianal Indonesia Se Kaltim dan atlet binaraga. Gabungan mantan atlet nasional ini meminta KONI memikirkan karir mereka setelah lepas dari atlet. Mereka meminta Koni lebih serius memperjuangkan nasib mantan atlet dengan menghasilkan kebijaksanaan di Raparnas. Sedangkan atlet binaraga yang berdemo sambil menunjukan otot, meminta KONI memutuskan Badan Pengda yang tepat yang memiliki lisensi dari Federasi Binaraga Asia (ABBF) dan Federasi Internasional Binaraga (IFBB) ,Pasalnya, keputusan ini membuat para atlet olahraga binarga itu bisa memiliki badan resmi yang menyalurkan mereka bertarung di mulit event internasional seperti Sea Games, Asian Games dan Olimpiade. Mereka tidak ingin seperti terjadi di tahun 2003 ketika atlet binaraga yang telah mengikuti pelatnas akhirnya tidak dapat tampil di Vietnam karena keanggotaan PB PABBSI dicoret oleh APBF. "Yang pasti kami ingin bisa masuk ke badan yang diakui oleh APBF yang diakui oleh IOC sehingga kami dapat bertandang event internasional jangan sampai insiden 2003 terulang," tandas Hendra RA dari Asosiasi Pecinta Binaraga. Saat ini rapat telah dibuka Ketua KONI Pusat Agum Gumelar dan dihadiri Menpora Adhyaksa Dault. Saat ini sedang dilakukan pemilihan untuk pimpinan sidang dan yang terpilih Saputra Astaman Ketua POBSI. (key/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads