Sempat tampil buruk di hari pertama dengan catatan tiga pukulan di atas par, George lantas bangkit. Di sisa turnamen yang berlangsung di Bali National Golf Club, Nusa Dua, Bali, pada 25-28 Juni 2015, dia berhasil membukukan catatan dua pukulan di bawah par saat turnamen berakhir.
George, yang sempat tak yakin bakal memenuhi target masuk 10 besar, lantas mengungkapkan kegembiraannya dengan pencapaian mengakhiri turnamen di posisi sembilan.
"Sungguh sangat senang dengan hasil top 10. Terutama karena saya mengawali turnamen dengan skor 75, dan berada di posisi 60," kata George kepada detikSport.
"Hari ini saya berhasil mencatatkan 18 grind, sudah lama sekali saya tidak mencatatkan itu. Ini menandakan bahwa perubahan swing yang saya lakukan menunjukkan perubahan positif," imbuhnya.
George pun lalu membidik target baru di sisa tahun 2015 ini. Dia membidik posisi puncak order of merit Indonesia yang saat ini masih dipegang oleh Ian Andrew.
"Tahun lalu target itu sudah tercapai, jadi semoga bisa repeat," ungkap George.
Sementara itu, William malah mencuri perhatian di Bali National Golf Championship. Dia menjadi pegolf tanah air yang terbaik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Minggu ini saya sedang bermain lebih santai, selama tahun ini banyak injury. Selama cedera harus mengubah swing. Setelah bertemu pelatih, hal itu mulai membaik. Masih banyak kesalahan, tapi masih juga banyak sisi positifnya, tetap tenang dan tidak bermain agresif. Puas untuk hari ini," kata William.
"Saya sudah membuat par berturut-turut. Saya harus mengejar leader. Jadi, saya mengambil risiko di hole 10 untuk meraih eagle," tambahnya.
(cas/mfi)











































