Bagi kebanyakan atlet momen Ramadan adalah waktunya berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara. Tak terkecuali dengan atlet panahan Indonesia, Rona Siska Sari.
Menyadari waktu luang bersama keluarga saat ini lebih banyak, ia pun memilih memanfaatkannya dengan berlibur dengan anaknya, Greyshelda Umar dan suaminya, Ali Umar.
"Sebenarnya saya masih latihan seperti biasa sampai sekarang. Cuma waktunya saja yang sekarang lebih banyak dialokasikan ke keluarga, karena persiapannya tidak seberat waktu persiapan multievent Asian Games dan SEA Games kemarin. 'Kan berdekatan ya," kata Rona kepada detikSport, Selasa (30/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk pelatnas Asian Games 2014 dan SEA Games 2015, waktu Rona praktis hanya dihabiskan untuk berlatih dan berlatih. Padahal ia punya anak berusia 4 tahun dan suami yang harus diurusnya. Namun, karena tugas ia tidak bisa bolak balik rumah-pelatnas supaya lebih fokus ke latihan."Saya walau rumahnya dekat (Palmerah) dengan lokasi pelatnas (Senayan) tetap tidak bisa bertemu anak karena harus tinggal di Hotel Century bersama atlet lainnya, di samping supaya lebih fokus juga.
"Dan bagaimanapun sebagai atlet saya punya tanggung jawab terhadap negara. Ini uang rakyat yang saya pakai. Jadi tidak bisa main-main," katanya.
"Nah, sekarang mumpung punya waktu banyak tentu saya tidak ingin membuang kesempatan. βAnak minta jalan-jalan saya turuti, dia minta apa saya kasih. Paling sering sih nonton dan makan di luar."
Tak hanya menghabiskan waktu dengan anak, momen senggang ini ia gunakan sebagai ajang 'balas dendam' βkarena sebelumnya sering tidak bertemu lama.
"Ya memang kalau sudah persiapan itu pasti jadinya jarang komunikasi dengan anak. Kemarin saja waktu persiapan Asian Games itu pernah sampai tiga bulan saya tidak pulang ke rumah. Sampai saya kaget anak ternyata sudah besar, sementara anak ke saya juga jadi kaku juga. βBegitu saat persiapan SEA Games kemarin agak lumayan. Juga anak saya tinggal, kira-kira tiga minggu-an," katanya.

Makanya, tak jarang anaknya yang sudah menginjak usia empat tahun enam bulan kadang suka melakukan protes karena kerap ditinggal latihan.
"Anak saya kadang suka tanya, mau ke mana, Mi? Dan saya cuma bilang mau nembak ondel-ondel dan minta doain supaya bisa bawa pulang uang yang banyak untuk sekolah dan beli susu. Kalau sudah begitu ya anak sedikit mengerti. βBegitu, kalau saya tidak pulang-pulang ya paling komunikasinya dengan telepon," katanya. β
"Ya, bagaimana lagi, sebelum bertemu suami saya sudah berkarir di panahan dan saya enjoy dengan kegiatan ini. Jadi memang dari kitanya yang harus bisa membagi tanggung jawab untuk keluarga dan negara," pungkasnya.
(mcy/a2s)











































