Kerusakan Fasilitas Olah Raga di Aceh US$ 13,8 Juta
Senin, 21 Feb 2005 15:56 WIB
Samarinda - KONI menaksirkan kerusakan pada sarana dan pra sarananya akibat bencana tsunami di Aceh adalah sekitar US$ 13, 8 juta atau sekitar Rp 127,8 miliar. KONI pun telah meminta bantuan IOC.Dari hasil peninjaun Tim Koni Pusat yang diketuai Hendarji, ditaksirkan kerusakan mencapai US$ 13,8 juta atau sekitar Rp 127,8 miliar. Laporan tersebut telah masuk ke KONI Pusat dan juga ke IOC lewat Komite Olimpiade Asia (OCA). Dijelaskan oleh Sekretaris Jenderal KONI Djohar Arifin Husein yang hadir dalam pertemuan, pihak KONI telah memberitahukan dan sekaligus meminta bantuan kepada IOC. Hal itu telah dilakukan saat pertemuan OCA di Ho Chi Minh, 17-19 Februari kemarin. "Untuk rehabilitasi Aceh akan dibagi dalam tiga tahap yaitu jangka pendek menengah dan panjang. Kerusakan sebesar itu tidak hanya untuk sarana olahraga saja tapi gedung Koni juga hancur terutama di Banda Aceh dan Pidie," kata Johar di sela-sela Raparnas KONI, Senin ( 21/2/2005). KONI Pusat juga berusaha membuat olahraga Aceh harus segera bisa pulih karena menginginkan propinsi itu tidak boleh absen di PON 2008. "Pokoknya Aceh jangan sampai tidak ikut pra kualifiaksi PON atau PON itu sendiri," tandas Johar. IOC sendiri memang telah berencana mengucurkan dana untuk Aceh. Presiden IOC sebelumnya telah mengundang KONI untuk membicarakan masalah ini di Swiss. Namun namun untuk jadwal pertemuan tersebut masih belum ditentukan. (key/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































