Satlak Prima sebelumnya hanya memproyeksikan satu atlet putri nomor BMX yakni Elga Kharisma Novanda. Ia dianggap punya potensi untuk bisa lolos ke Olimpiade karena melihat trek record Elga yang mumpuni. Elga merupakan peraih medali emas di SEA Games 2011 dan 2013, dan empat kali meraih beasiswa pelatihan balap sepeda di Swiss 2011-2014.
Kendati demikian, Deputi IV Kemenpora Djoko Pekik Irianto meminta Satlak Prima kembali mempertimbangkan peluang balap sepeda di BMX mengingat kondisi Elga yang saat ini sedang cedera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam regulasi UCI setiap negara individu diberi kesempatan untuk mengumpulkan poin hingga 31 Mei 2016. Jadi menurut saya terlalu dini untuk bisa ngomong yang ini berangkat, atau cabang ini tidak berangkat ke Olimpiade segala macam karena baru akan diumumkan UCI pada Juni 2016," lanjut Dadang kepada detikSport, Kamis (2/7/2015).
Karena itulah dia menilai masih ada peluang Indonesia untuk meloloskan lebih banyak atlet ke Olimpiade. Kesempatan itu datang dari atlet elite putra Tony Syarifudin dan Puguh Ahmadi. Tony dan Puguh mendapat slot untuk berangkat ke BMX World Championship di Belgia pada 21 sampai 25 Juli 2015.
"Kejuaraan Dunia yang mereka ikuti itu adalah salah satu yang direkomendasikan UCI untuk memperoleh poin sebanyak-banyaknya. Jadi dengan kita dapat dua slot saja berarti kan peluangnya tidak hanya di putri saja, putra juga bisa. Makanya tolonglah untuk pelatnas Olimpik ini Satlak Prima tidak hanya kasih slot untuk putri saja, tapi putra juga, termasuk untuk yang junior juga. Karena mereka ini berpeluang," imbuhnya.
"Minimal dengan memberikan empat kuota yang terdiri dari satu atlet elit putri, dua atlet elite putra, serta satu junior, peluang untuk merengkuh poin sebanyak-banyaknya besar terjadi."
Selain itu Dadang juga meminta agar Satlak Prima juga mau mendanai beberapa kejuaraan sebagai ajang pengumpulan poin menuju Olimpiade. Dadang menyebut ada lima event yang masuk rekomendasi UCI untuk merebut poin di Thailand, dua event di Jepang, dan satu event di Korea.
"Ya minimal di Asia dululah, tidak perlu yang jauh-jauh seperti Eropa. Karena di Asia ternyata juga sudah banyak event yang masuk rekomendasi UCI. Makanya kami minta support juga dari pemerintah agar bisa terpenuhi semua. Memang ini menjadi PR (pekerjaan rumah) kita bersama," pungkasnya.
(mcy/din)











































