Ika sempat dicoret dari tim nasional panahan ke Kejuaraan Dunia. Oleh manajer tim Adhi Purnomo dan pelatih Denny Trisjanto, pemanah asal Bojonegoro, Jawa Timur itu dinilai indisipliner karena terlambat bergabung dengan pelatnas selama sembilan hari.
Seharusnya Ika sudah ada di pelatnas mulai 23 Juni, tapi karena belum mendapatkan dispensasi dari kantor tempatnya bekerja Ika baru bisa mulai latihan di Jakarta pada 3 Juli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"βKami memang mengusulkan agar Ika tak berangkat, tapi keputusan akhir tetap dari Satlak Prima. Mereka memutuskan Ika tetap diberangkatkan karena melihat prestasi dia di Polandia jadi harus berangkat," kata Adhi ketika dihubungi detikSport, pada Selasa (7/7/2015).
"Saya memang punya pendapat saat itu bahwa Ika tidak diberangkatkan karena sampai pada saat batas waktu Ika tidak datang-datang ke pelatnas. Saya sebagai manajer kan goyang. Ditelepon sudah, mengirim pesan juga sudah, tapi tidak ada komunikasi dengan kami.
"Makanya saya mengusulkan ke Satlak Prima seperti itu. Jadi bukan Ika tidak masuk, sampai ada keputusan tidak berangkat nama Ika masih muncul. Terakhir, Ika saya usulkan tidak berangkat, saya tanya Prima kira-kira disetujui tidak? Ternyata tidak disetujui.
"Ya inilah memang harus diakui komunikasi Ika dengan kami kurang. Harusnya kalau dari awal komunikasi dan proaktif tentu tidak akan ada masalah. Tapi dia sudah datang dan kembali latihan di pelatnas sejak Sabtu sampai hari ini sudah latihan lagi," jelas dia.
Masuknya nama Ika ke dalam tim lagi membuat pemanah lain yang menjadi orang keempat, Erwina Safitri, dipulangkan. Adhi menyebut sudah membicarakan hal itu baik-baik dengan Erwina yang juga dari Bojonegoro.
"Erwina sebenarnya sudah ikut latihan dari awal dengan pemanah lainnya. βTapi karena Ika tidak disetujui tetap berangkat akhirnya Erwina yang pulang. Kebetulan Erwina akan ujian, jadi dia kembali Bojonegoro," kata Adhi.
Sementara itu, Ika siap tampil dalam ajang tersebut. Tes skor yang dijalani sebelum memulai pelatnas juga berakhir meyakinkan.
"Kemarin memang saya sudah duduk bareng sama manajer dan satlak prima. Saya tidak dikasih tahu apa-apa tapi memang diβminta untuk tes skor. Ternyata saya jadi berangkat. Saya siap saja," kata Ika.
(mcy/fem)











































