Tampil apik di SEA Games 2015, sejumlah atlet dari cabang bulutangkis dan dayung mendapatkan bonus dari perusahaan BUMN yakni PT Pertamina.
Pemberian bonus dilakukan di Kantor KONI, Senayan, Jakarta, Jumat (10/7/2015), dihadiri antara lan oleh Ketua KONI Tono Suratman dan Ketua Satlak Prima Suwarno, serta beberapa atlet dan pelatih.
Di SEA Games 2015, cabang bulutangkis meraih 3 medali emas, 2 medali perak, dan 4 medali perunggu. Sedangkan kontingen rowing Indonesia mendulang 8 medali emas, 6 medali perak, dan 4 medali perunggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim atas perjuangan dan kerja keras yang telah membuahkan hasil yang manis sejauh ini. Hal ini selaras dengan misi Pertamina untuk menjadi perusahaan energi kelas dunia," uca Wianda.
Masing-masing atlet mendapatkan bonus sebesar Rp 10 juta untuk medali emas, Rp 9 juta (perak), dan Rp 8 juta (perunggu). Sedangkan untuk pelatih utama mendapat bonus sebesar Rp 10 juta, dan pelatih muda masing-masing mendapat Rp 9 juta.
Tono Suratman mengharapkan dukungan yang diberikan dalam program bantuan 'bapak angkat' ini bisa terus berlanjut. Sebab, dalam waktu dekat KONI juga akan menerjunkan para atletnya dalam Olimpiade Rio de Janeiro 2016.
"Khusus untuk cabang olahraga dayung, saat ini para atlet sedang dalam masa persiapan menghadapi pra-kualifikasi Olimpiade Brasil. Karena itu perlu sejumlah bantuan yang bisa menyokong prestasi mereka," kata Tono.
Dana bantuan sosial BUMN yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi atlet ini sudah ada sejak 2013. Saat itu penandatanganan MoU langsung dilakukan oleh Kemenpora, KONI, serta Kementerian BUMN.
Dalam aplikasinya, ada sekitar 51 perusahaan yang berkomitmen untuk mendukung prestasi atlet di SEA Games 2013 dan 2015, Asian Games 2014, serta Olimpiade 2016.
Tahun berjalan perusahaan BUMN yang mendukung berkurang menjadi 33 perusahaan, sebelum akhirnya hanya 13 perusahaan yang berkomitmen hingga sekarang.
"Awalnya ada 33 perusahaan yang masuk daftar mau membantu. Tapi karena ada dinamika di lapangan, hingga sekarang hanya 13 perusahaan saja untuk 41 cabang olahraga. Ada satu swasta yaitu Djarum Foundation," papar Tono.
"Makanya saya berharap pada pemerintah dengan adanya nota kesepahaman ini bisa menjadi landasan untuk menambah lagi perusahaan yang mau. Sehingga cabang proyeksi yang dibantu juga bisa ditambah. Di samping perlu ada juga keringanan pajak untuk perusahaan-perusahaan yang ingin membantu. Nah ini Perpres-nya yang belum ada sama sekali."
(mcy/a2s)











































