KONI Usulkan PON Olimpik dan Non-Olimpik
Selasa, 22 Feb 2005 15:03 WIB
Samriinda - Guna mengurangi beban biaya penyelenggaraan tuan rumah, KONI mengusulkan agar Pekan Olahraga Nasional dibagi dua macam, yakni olimpik dan non-olimpik.PON Olimpik adalah event yang memperlombakan cabang-cabang yang dipertandingkan di pentas Olimpiade, sedangkan PON Non-Olimpik termasuk cabang-cabang yang tidak atau belum masuk kalendar Olimpiade, misalnya pencak silat, paralayang, binaraga, dan lain-lain.Pembedaan event di atas selain menngurangi beban tuan rumah juga memberi kesempatan yang lebih besar kepada daerah-daerah lain untuk menyelenggarakan perhelatan olahraga multicabang yang sifatnya nasional."Kami usulkan ada dua jenis PON olimpik dan non-olimpik. Selain bisa memberi banyak peluang untuk jadi tuan rumah, hal ini juga bisa meringankan beban biaya penyelenggaraan," jelas Sekjen KONI Pusat Djohar Arifin Husein di sela-sela rapat komisi Raparnas di Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (22/2/2005).Dengan demikian, tambahnya, otomatis jika banyak provinsi yang menjadi tuan rumah PON, segi kualitas prestasi bisa lebih meningkat dikarenakan frekuensi kompetisi makin tinggi. Masalah PON olimpik dan non-olimpik itu tengah dibahas di sidang komisi I bidang pembinaan dan jika disepakati, maka PON XVII 2008 di Samarinda akan menjadi PON terakhir di mana cabang campuran dipertandingkan. Rencananya PON non-olimpik dilaksanakan pada tahun 2010 dan Olimpik di tahun 2012.PON 2008 agar lebih baikSementara itu Ketua Umum KONI Pusat Agum Gumelar meminta agar penyelenggara PON 2008 bisa dilaksanakan lebih baik daripada PON sebelumnya di Palembang, Sumatra Selatan."Semua kekurangan di PON 2004 sebaiknya dijadikan bahan pelajaran bagi tuan rumah selanjutnya. Kalau dari segi fisik, beberapa fasilitas di sini sudah memenuhi standar. Tapi ada sisi lain, misalnya pengelolaan dan sumber daya manusia. Semua itu harus diperhatikan agar PON berikutnya bisa lebih sukses dan lancar," tandas Agum merujuk pada pembangunan Kompleks Olahraga Sempaja di Samarinda, yang rencananya akan dinamakan Bumi Olahraga Sempaja. (a2s/)











































