Terganjal MoU, Indonesia Belum Bayar Uang Jaminan Asian Games 2018

Terganjal MoU, Indonesia Belum Bayar Uang Jaminan Asian Games 2018

Mercy Raya - Sport
Senin, 27 Jul 2015 18:31 WIB
Jakarta - Sudah hampir satu tahun Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Namun belum banyak kemajuan yang ditunjukkan oleh pemerintah, termasuk uang jaminan, peluncuran logo dan maskot yang hingga sekarang belum dilakukan.

Kewajiban guarantee depositβ€Ž sebesar 2 juta US Dollar dan untuk public relations and advertising campaign sebesar 15 juta dolar oleh Indonesia sejatinya sudah dilakukan sejak Maret kemarin.β€Ž Tapi sampai akhir Juli belum terealisasi.

Pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga mengatakan masih menahan dana tersebut karena belum adanya nota kesepahaman dengan pihak KOI terkait siapa yang bertanggung jawab soal dana tersebut. Di samping itu, alasan mereka adalah agar dana yang dikirim benar-benar tepat sasaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Khusus untuk guarantee fee 2 juta USD memang harus clear siapa yang akan bertanggung jawab. Meski surat dari KOI itu sudah sampai ke kami (kemenpora) untuk segera dibayar dan mereka juga minta disegerakan," ujar juru bicara Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, di sela rapat lanjutan rapat koordinasi persiapan Asian Games 2018, di Hotel Century, Senayan, Jakarta, pada Senin (27/7/2015)

"Tapi kami kan harus lihat kajian hukumnya, jangan sampai pihak auditor seperti BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan lain-lain justru mempermasalahkan. Makanya perlu ada MoU untuk pembayaran ini supaya dasar hukumnya jelas," sambungnya.

Sementara itu Ketua Umum KOI Rita Subowo mengakui bahwa pengiriman dana jaminan tersebut sudah sangat telat. β€ŽKarenanya ia mengimbau agar pembayaran itu segera dilakukan sebagai bentuk keseriusan Indonesia sebagai tuan rumah.

"β€ŽRapat kali ini bagaimana penyerapan dana Asian Games. Karena kita sudah cukup terlambat. Kalau tidak bayar kita tidak punya ikatan dengan OCA. Nah, kalau tidak ada ikatan kan bisa saja dicabut atau apa. Tapi kalau sudah dibayar kan lebih enak pengerjaannya," kata Rita.

Bendahara KOI, Ahmed Solihin, menambahkan, pihaknya sudah minta permakluman terhadap Olympic Council Asia (OCA), termasuk soal berbagai perkembangan pengerjaan persiapan Asian Games.

"Kami selalu komunikasi dengan OCA. Mereka mengerti bahwa dana yang dikeluarkan ini adalah dana pemerintah sehingga dasar hukumnya harus jelas," kata Ahmed.

Sementara terkait launching dan lain-lain, β€ŽRita menyebut akan dilaksanakan di Monas, setelah pertemuan di Palembang dengan OCA pada 9 -11 Agustus 2015. β€Ž

"β€ŽTanggalnya belum disebutkan tetapi setelah pertemuan dengan OCA di Palembang pada 9 -11 Agustus nanti. Rencananya di Monas," sebut Rita.

Selain Kemenpora dan KOI, rapat tersebut juga diikuti oleh panitia daerah Sumatera Selatan dan DKI Jakarta.

(mcy/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads