Indonesia Amankan Tiga Tiket ke Olimpiade

Indonesia Amankan Tiga Tiket ke Olimpiade

Mercy Raya - Sport
Senin, 03 Agu 2015 22:53 WIB
Jakarta - Indonesia sudah mengamankan tiga tiket menuju Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Ketiganya diperoleh dari cabang atletik dan panahan.

Tiket dari cabang atletik disumbangkan Maria Natalia Londa di nomor lompat jauh. Maria mengamankannya saat SEA Games di Singapura pada Juni 2015. Kala itu lompatannya menembus limit A Olimpiade 6,70 meter.

Sementara dua tiket lainnya diperoleh dari cabang panahan lewat Ika Yuliana Rochmawati dan Riau Ega β€ŽAgatha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ika yang sebelumnya sempat "diparkir" oleh PP Perpani karena tindakan indisipliner justru menorehkan prestasi yang oke. Pepanah asal Bojonegoro, Jawa Timur, itu mengamankan tiket Olimpiade saat berjuang di Kejuaraan Dunia Panahan di Kopenhagen, Denmark, pada akhir Juli lalu.

Meski terhenti di babak 8 besar, itu sudah cukup bagi Ika untuk lolos ke Olimpiade. Ini menjadi kali kedua Ika lolos ke ajang multicabang terbesar itu setelah Olimpiade 2012 London.

Kesuksesan Ika diikuti rekannya, Riau Ega, di ajang yang sama. β€ŽDia mampu menembus partai final babak playoff nomor recurve perorangan putra pada Jumat (31/7/2015) kemarin.

"β€ŽAda 12 cabang olahraga yang kami proyeksikan untuk Olimpiade. Dari 12 itu sudah ada tiga tiket yang sudah aman, satu dari cabang atletik, lainnya dari cabang panahan," kata Kasatlak Prima, Suwarno, Senin (3/8/2018).

"Kami tentu berharap tiketnya terus bertambah karena masih banyak event-event pra-kualifikasi sampai 2016," lanjutnya kemudian.

Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Djoko Pekik telah menetapkan 12 cabang olahraga yang diproyeksikan untuk Olimpiade dari sebelumnya hanya sembilan cabor. Tiga cabor tambahan itu adalah taekwondo, judo, dan kano.

"Kami inginnya tentu lebih banyak dari Olimpiade di London, yaitu 22 atlet. Nah tahun depan kami inginnya ada 31 atlet yang masuk."

Guna menunjang hal itu, Satlak Prima mempersilakan PB/PP cabor untuk mengajukan training camp dan try out dalam rangka persiapan menuju pra-kualifikasi dan kualifikasi Olimpiade.

β€Ž"Dana sampai akhir tahun ini tidak masalah, maksimum karena ada APBN-p. Kami akan fasilitasi kemanapun cabor mau. Tentu yang prioritas adalah yang ikut Olimpiade, karena ini ujungnya untuk Asian Games 2018," katanya.

Ditambahkan Warno --panggilan akrab Suwarno-- dari 12 cabor proyeksi mayoritas sudah mengajukan rancangan training camp dan try out.

"Badminton kita tahu ada Kejuaran Dunia bulan Agustus ini. Tapi setelah itu tentu ada event lainnya yang berkaitan dengan pengumpulan poin. Kemudian berkuda saat ini tengah berlatih di Jerman, rowing sudah bulan lalu di Belanda."

"Balap sepeda (BMX) akan TC di Swiss, angkat besi kemarin sudah di Kazakhstan, dan akan berangkat lagi ke Houston bulan November mendatang. Satu atlet judo ke Thailand dan taekwondo ke Korea Selatan. Hanya renang yang masih tanda tanya. Mereka belum mengusulkan akan ke mana," paparnya.

β€Ž"Kami berharap cabang-cabang ini bisa memaksimalkan peluang tersebut untuk rebut tiket Olimpiade sebanyak-banyaknya. Minimal target memperbaiki medali perak dan perunggu dari angkat besi di Olimpiade 2012 London bisa diperoleh," harap Suwarno.



(mcy/nds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads