Lakukan Penyegaran, Kemenpora Seleksi Ketua Satlak Prima

Lakukan Penyegaran, Kemenpora Seleksi Ketua Satlak Prima

Mercy Raya - Sport
Jumat, 21 Agu 2015 20:25 WIB
Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga berencana menyeleksi lagi Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima). Nama ketua saat ini, Suwarno, bersaing dengan enam sosok lainnya.

Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot. S Dewa Broto, bersama Dewan Pelaksana Prima membahas reposisi Kasatlak Prima baru pada Jumat (21/8/2015) di PP IKON, Jakarta. Hadir dalam rapat itu adalah Abdul Syukur, Bambang RE, Faisol Reza, Francis Wanandi, K. Inugroho, Richard Sam Bera, dan Tunas Dwidarto.

Dalam rapat tersebut muncul beberapa usulan, dari pensiunan TNI AL, mantan atlet, akademisi, dan wartawan. Mereka adalah Ahmad Sucipto, Djoko Pramono, Lukman Niode, Richard Sam Bera, Taufik Hidayat, Anton Subowo, Budiarto Sambazy, Profesor Mulyana, dan Ria Lumintuarso.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam prosesnya, hanya tujuh yang bersedia dicalonkan. Mereka adalah Suwarno, Achmad Sucipto, Lukman Niode, Richard Sam Bera, Anton Subowo, Mulyana, dan yang baru diusulkan kemarin Sadik Algadri (Sekjen PJSI).

Rencananya Kemenpora akan melakukan rapat kembali bersama anggota Dewan Pelaksana Prima pekan depan. Kemudian dilanjutkan fit and proper test di pekan yang sama kepada para calon.

β€œFit and proper test untuk semua para calon, termasuk untuk Bapak Warno (Suwarno),” ujar Gatot.

"Tesnya itu minggu depan. Beberapa pertanyaan itu antara lain soal strategi dari masing-masing calon seperti apa? Grand desainnya yang disusun seperti apa? Lalu perspektif secara obyektif tentang Prima seperti apa? Khususnya pengembangan pembinaan prestasi olahraga Indonesia pada umumnya seperti apa? Ini harus dijawab secara jujur. Kemudian kebijakan dan opsi menghadapai ajang jangka pendek, menengah, dan jangka panjang seperti apa?

"Nanti hasilnya diserahkan kepada Menpora karena kewenangan ada pada beliau. Kemudian diterbitkan Keputusan Menteri. Pengumuman siapa ketua Satlak Prima yang baru tidak akan lama. Awal November ini sudah ada yang baru. Yang baru bisa saja kami mempertahankan Bapak Warno atau bisa saja ada wajah baru yang nongol,” imbuh dia.

Gatot menegaskan kalau pencarian ketua Satlak Prima itu bukan sebagai penilaian buruk kepada kinerja Suwarno. Sebagai gambaran, Suwarno meninggalkan tugas di saat kontingen Indonesia bertarung di Asian Games 2014 Incheon untuk naik haji. Selain itu, Indonesia gagal memenuhi target menjadi runner-up SEA Games 2015 Singapura.

"Pergantian ini karena tantangan peningkatan prestasi olahraga di berbagai multievent semakin keras. Publik sekarang itu semakin kritis agar Indonesia lebih berprestasi, dan tidak ada pilihan lain diantaranya adalah kami melakukan reposisi," kata Gatot.

"Bapak Warno itu bagus, apalagi pengalamannya beliau adalah Ketua Satlak Prima, CdM Asian Games 2014, Waketum KONI Pusat, tentu dari prestasi itulah Bapak Warno dipilih. Kami tidak mau menyebut dia gagal, beliau perform kok. Hanya saja karena Bapak Menteri (Imam Nahrawi) menghendaki supaya ada challenge,” ucap dia.

(mcy/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads