Calon Kasatlak Rangkap Jabatan Tak Masalah, tapi Harus Tahu Prioritas

Calon Kasatlak Rangkap Jabatan Tak Masalah, tapi Harus Tahu Prioritas

Mercy Raya - Sport
Selasa, 25 Agu 2015 13:40 WIB
Calon Kasatlak Rangkap Jabatan Tak Masalah, tapi Harus Tahu Prioritas
Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olaharaga (Kemenpora) tidak mempermasalahkan para calon Kasatlak yang saat ini berstatus rangkap jabatan. Hanya saja, pihaknya akan mempertegas bahwa posisi Ketua Prima bukanlah pekerjaan sampingan.

Kemenpora dalam hal ini Dewan Pelaksana Prima β€Žtelah menetapkan tujuh nama yang ikut dalam bursa pencalonan Kasatlak Prima baru. Mereka adalah Ahmad Sucipto, Lukman Niode, Profesor Mulyana, Richard Sam Bera, Anton Subowo, Suwarno, dan, β€ŽSadik Algadri.

Dari nama-nama tersebut mayoritas hampir semua saat ini sedang memangku jabatan. Anton Subowo misalnya, selain menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PP PBSI, juga menjabat presiden Badminton Asia Confederation (BAC).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€ŽLukman Niode sebagai Ketua Dewan Pakar PB PRSI, sementara Richard Sam Bera sebagai anggota Dewan Satlak Prima, dan Sadik Algadri saat ini masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal di PB Persatuan Judo Seluruh Indonesia.

Begitu pula Suwarno yang saat ini merupakan Wakil Ketua Umum KONI Pusat.

"Sejauh yang saya ketahui hampir semua rangkap jabatan. Tapi ada yang sudah tidak menjabat," kata Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, kepada detikSport, Selasa (25/8/2015).

"Tentang boleh tidaknya rangkap jabatan sebenarnya tidak ada masalah. Tetapi kami akan meminta untuk mereka memilih mana yang mereka lebih prioritaskan, sebab kami juga tidak ingin ke depannya ada konflik interen," tambahnya.

"Menjadi Kasatlak itu bukan pekerjaan sampingan dan tumpuan kami sangat tinggi kepada Kasatlak terpilih.

"Apalagi ke depan ada Olimpiade 2016. Target memang sudah kami canangkan sejak lama. Tapi kami berharap dengan Kasatlak yang baru bisa mempertahankan prestasi olahraga yang ada, bahkan meningkatkan. Bukan menurunkan prestasi olahraga Indonesia," ungkap Gatot.

Muncul Usulan untuk Tidak Dilakukan Fit and Proper Test

Sayangnya, karena kesibukan para calon yang ada kemungkinan untuk dilakukan fit and proper test bisa jadi kendala. Kendati begitu Kemenpora telah menyebar undangan fit and proper test kepada masing-maisng calon pada Senin (24/8) kemarin.

"Undangan fit and proper test kepada masing-masing calon sudah kami kirim Senin (24/8/2015) kemarinβ€Ž. Hanya saja jika memang ada pertimbangan lain untuk tidak dilakukan fit and proper test, kami akan lakukan pemberitahuan lanjutan terkait hal tersebut dalam satu dua hari ke depan," kata Gatot soal undangan.

"Dengan kata lain, sebagai penggantinya kami hanya memeriksa dan mempelajari CV dan visi misi merekaβ€Ž, kemudian kami laporkan kepada Bapak Menteri.

"Tapi ini baru option (tidak dilakukan fit and proper test) karena sedianya kami tahu mereka sudah siap dan kami sudah mengenal masing-masing para calon. Dan itu tidak akan mengurangi value dari pemilihan Kasatlak itu sendiri," pungkas Gatot.

(mcy/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads