Menpora segera menunjuk Ketua Satlak Prima yang baru. Reposisi ini dilakukan selain untuk penyegaran, juga menjawab tantangan publik terkait prestasi olahraga di event multicabang.
Dalam perkembangannya, ada tujuh calon yang masuk dalam bursa pencalonan Kasatlak baru. Mereka adalah Profesor Mulyana, Richard Sam Bera, Anton Subowo, Sadik Algadri, Ahmad Sucipto, Lukman Niode, dan Suwarno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pesertanya tujuh orang. Siapa yang menguji yaitu anggota Dewan Pelaksana Prima, plus satu tamu khusus yaitu Bapak Menteri (Imam Nahrawi)," kata Gatot S. Dewa Broto, Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, usai melakoni rapat dengan Dewan Pelaksana Prima, Rabu (26/8/2015).
Dewan yang menguji pun rencananya hanya akan terdiri dari tujuh orang, dari sebelumnya direncanakan sembilan orang. Dua yang batal menjadi penguji adalah Francis Wanandi yang berada di luar negeri dan Richard masuk dalam bursa pencalonan.
Masing-masing peserta akan diberi waktu selama 30 menit untuk mengutarakan soal visi misi mereka sekaligus menjawab beberapa pertanyaan dari anggota dewan dan Menpora.
Adapun beberapa pertanyaannya yang akan ditanyakan di antaranya adalah alur koordinasi komunikasi antara Satlak Prima dengan atlet andalan? sistem monitoring apa yang dilakukan untuk mengontrol pelatih dan atlet andalan Prima? Kemudianβ, konsep seperti apa yang akan Anda lakukan untuk bisa mencapai target lima besar di Asian Games 2018?, dan beberapa pertanyaan lainnya.
"Nanti sifatnya interview dan pertanyaan bisa berkembang. Hasil dari pertanyaan itu akan skoring, yang kemudian langsung diberikan Bapak Menteri. Soal pemilihan Kasatlak tetap domain dari Menpora," paparnya.
Lantas apakah nanti setelah Kasatlak terpilih, struktur organisasi Satlak Prima langsung mengalami pengerucutan?
β"Ketika Kasatlak sudah dipilih maka sudah menjadi permintaan Menteri untuk segera melakukan reorganisasi," pungkasnya.
(mcy/din)











































