Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Djoko Pekik Irianto menyambut baik inisiatif dari setiap PB/PP cabang olahraga (cabor) atau atlet. Tetapi ia juga menegaskan bahwa setiap cabang memiliki jatah anggaran untuk menggelar Kejuaraan Nasional atau mengirimkan atlet ke kejuaraan internasional.
"Sederhana saja sebenarnya kami sudah menjatahkan anggaran kepada PB/PP yang ingin menggelar Kejurnas atau mengirim atletnya ke Kejuaraan Internasional. Cuma jatahnya memang hanya satu kali karena keterbatasan dana. Ini di luar Prima loh," kata Djoko, Rabu (26/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penggalangan dana itu tidak apa-apa toh. Cuma sebenarnya Perbasasi (Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia) itu sudah ditawarkan soal jatah dana dari Kemenpora, dan mereka memilih untuk mengembangkan kejuaraan di sini dengan kesepakatan pembayarannya lewat sistem remburse. Tapi kami minta SPJ sampai sekarang tidak diberikan," ungkap Djoko.
"Kami juga sudah menawarkan untuk Kejuaraan di Taiwan itu. Tapi ternyata PB-nya yang tidak mau karena masih ingin menjalankan pertama. Makanya akhirnya kami konfirmasi kepada atlet-atlet baseball yang memasang spanduk tersebut, maunya apa? Ternyata karena kesal dengan PB makanya mereka melakukan itu," jelasnya.
Maka itu, kata dia, tinggal dari komunikasi dan koordinasi pengurus dan atletnya sendiri seperti apa. Sebab, dana untuk setiap cabor itu ada tinggal keputusan dari pengurus ingin dipergunakan untuk apa.
"Cuma memang pengurusan pencairan dana harus lewat PB. Tidak bisa atletnya yang meminta karena regulasinya seperti itu. Sekarang tinggal komunikasi pengurusnya dengan atletnya yang dibenahi karena memang sudah menjadi tugas PB," tuturnya.
(mcy/krs)











































