Cuaca dan Jarak Tempuh ke Brasil Jadi Tantangan Ekstra untuk Atlet Indonesia

Olimpiade 2016

Cuaca dan Jarak Tempuh ke Brasil Jadi Tantangan Ekstra untuk Atlet Indonesia

Mercy Raya - Sport
Rabu, 02 Sep 2015 16:31 WIB
Jakarta - Atlet-atlet Indonesia yang tampil di Olimpiade 2016 bukan cuma dihadapkan pada target medali yang dibebankan dan persaingan dengan negara lain. Tantangan lain yang menunggu adalah cuaca dan jarak tempuh perjalanan yang sangat jauh. .

Demikian diungkapkan Komisi Sport of All KOI,Β Ade Lukman, usai melakukan koordinasi dengan Pengurus Cabang Olahraga dan KOI, di Hotel Fairmount, Senayan, Rabu (2/9/2015).

Ade yang menjadi delegasi Indonesia pada seminar CdM (Chef de Mission) di Brasil, pekan lalu, membeberkan kondisi Brasil dan hal-hal yang harus dipersiapkan atlet yang sudah lolos meraih tiket di Olimpiade.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Brasil nanti saat pertandingan itu musim dingin. Paling dingin 16 derajat celcius dan paling panas itu sekitar 25 derajat celcius. Tapi yang jadi perhatian kami adalah kalau dari Jakarta ke Brasil itu jarak tempuhnyai cukup jauh, mungkin total-total 25 jam. Itu pun perbedaan waktunya sekitar 10 jam, sehingga mungkin ada kebijakan baru untuk atlet dan ofisial," kata Ade ketika ditemui wartawan di Hotel Fairmount, Senayan, Rabu (2/9/2015).

Kebijakan yang dimaksud Ade adalah terkait aklimatisasi atlet. Biasanya jelang event digelar, atlet dan ofisial berangkat H-3 jadwal pertandingan. Namun kali ini atlet mungkin akan diberangkatkan H-7.

Sebagai tuan rumah, Brasil sudah menyiapkan sekitar 170 venue yang bisa digunakan sebagai training camp untuk para peserta. "Jadi mereka yang berangkat ke Rio, bisa transit ke kota mana dulu di Brasil sekaligus memakai training camp untuk penyesuaian."

Sementara isu-isu lain terkait keamanan, transportasi, dan kesehatan, Ade mengungkapkan kalau semua sudah dijamin tuan rumah.

"Untuk akomodasi di Rio, mereka (tuan rumah) akan menambah kapal pesiar, dan akan ada beberapa negara juga yang akan membawa kapal pesiarnya untuk atlet. Kemarin saat paparan sudah diuji soal kadar polusi di sana. Polusi atau tingkat pencemarannya sudah jauh berkurang, bahkan sudah dipakai untuk olahraga sailing. Sedangkan untuk fasilitas makanan dan kesehatan tentu NOC sudah menjaga keamanannya," jelasnya.

Perhelatan Olimpiade di Brasil akan dibagai menjadi empat zona yaitu zona Barra da Tijuca, Deodoro, Maracana, dan Copacabana. Sebagian besar pertandingan cabang olahraga bakal digelar di Barra. Sedangkan lokasi pembukaan dan penutupan Olimpiade adalah di Maracana.

"Atlet Indonesia akan lebih banyak berpusat di Barra. Karena seperti bulutangkis, angkat besi, dan panahan juga di sana. Karena Olimic Family bakal banyak di sana," sahut dia.

Pertemuan dengan PB dan Menpora

Kondisi yang jauh berbeda dengan Olimpiade 2012 di London membuat KOI dan pemerintah harus bergerak cepat untuk mengkomunikasikan hal tersebut dengan pengurus-pengurus cabang. Ade Lukman berencana melakukan pertemuan Menpora dan pengurus cabang olahraga. Dari pertemuan tersebut diharapkan didapat solusi untuk usulan training camp di Brasil dan mencari rute penerbangan dengan jarak tempuh yang tidak terlalu memakan waktu dan energi.

"Kami akan undang PB-PB untuk memaparkan ini lebih detail dan menceritakan soal kondisi di Brasil seperti apa. Karena sangat berbeda sekali situasi Olimpiade saat di London, empat tahun lalu, dengan Olimpiade Brasil yang akan digelar tahun depan. London itu serba wah, seperti transportasi dan lainnya, sementra Brasil kan tidak terlalu," kata Ade.

"Ya, minimal training camp dan mulai mencari rute penerbangan dengan jarak tempuh yang paling tidak melelahkan. Kami juga akan sampaikan ini kepada Kemenpora."

Olimpiade Rio de Janeiro akan dibuka pada 5 Agustus dan akan ditutup pada 21 Agustus 2016.

(mcy/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads