Menpora Minta KOI Jelaskan soal Kontrak Tuan Rumah Asian Games 2018 ke DPR

Menpora Minta KOI Jelaskan soal Kontrak Tuan Rumah Asian Games 2018 ke DPR

Mercy Raya - Sport
Jumat, 04 Sep 2015 01:52 WIB
Jakarta - Menpora Imam Nahrawi meminta Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk memberi penjelasan terbuka kepada DPR terkait Host City Contract (HCC) Asian Games 2018. Permintaan Menpora itu muncul setelah ada protes dari anggota Komisi X DPR, Utut Adianto.

Utut, yang juga merupakan legenda catur Indonesia, mengungkapkan protesnya dalam Rapat Kerja antara Komisi X DPR dengan Kemenpora, dengan agenda penyerapan anggaran APBN 2015, di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Kamis (3/9/2015).

Dalam paparan anggaran tersebut, Utut mempertanyakan soal dana 30 juta dolar AS untuk kepentingan television and radio broadcasting services, yang harus disetorkan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games kepada Dewan Olimpiade Asia (OCA).

Terkait hal ini, Imam meminta KOI untuk memberikan penjelasan kepada DPR.

"Saya pikir itu wajar karena mereka (Komisi X) ingin tahu apakah uang yang disetorkan ke OCA ada timbal baliknya. Di pikiran Bapak Utut, yang saya tangkap adalah kalau bicara broadcast, teknik informasi, sebenarnya kita punya kemampuan untuk itu. Makanya saya kira begini, ini memang harus ada penjelasan terbuka kepada parlemen tentang HCC. Apakah itu harus dibayar penuh, untuk apa, dan seperti apa timbal baliknya kepada negara," papar Imam.

Ditambahkan Imam, KOI perlu memberi penjelasan ini karena selama ini KOI-lah yang aktif berkomunikasi dengan OCA. Selain itu, KOI juga ada dalam penandatanganan Host City Contract pada 19 September 2014. Kala itu Indonesia diwakili Ketua KOI Rita Subowo, beserta dua wakil dari provinsi yang bakal menjadi tempat penyelenggaraan Asian Games 2018, yaitu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Alex Noerdin dari Sumatera Selatan.

"Mestinya KOI yang menjelaskan di sini. Mereka yang tanda tangan kok malah Menpora yang jelasin. Komisi X segera panggil KOI di sini. KOI tidak boleh lagi menutupi dan melimpahkan kesalahan kepada Kemenpora," kata Imam.

Kendati begitu, Imam bukan berarti tidak tahu soal kebutuhan dana 30 juta dolar AS tersebut. Ia mengaku sudah tahu jika dana itu ada di dalam HCC. Namun, yang pasti anggaran Asian Games makin membengkak karena juga ada kewajiban untuk membayar uang sebesar 2 juta dolar AS sebagai garansi deposit dan 15 juta dolar AS untuk dana marketing advertising dan public relation.

"Tapi, ini masih bagian kecil karena baru awal," katanya.

(mcy/mfi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads