Masing-masing perwakilan dari Kemenpora, KOI, dan Pemprov DKI Jakarta, kembali melakukan rapat terkait persiapan launching tersebut, Jumat (4/9/2015) sore tadi di PP ITKON, Senayan. Kemenpora diwakili Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan, yang juga Kepala Komunikasi Publik Kemenpora Gatot S. Dewa Broto, KOI dihadiri langsung oleh Ketua Umumnya yaitu Rita Subowo, sementara dari Pemprov DKI hadir Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Sylviana Murni.
"Sebenarnya rapat ini tidak hanya membicarakan soal Asian Games saja. Tapi juga kesiapan untuk Haornas pada 9 September nanti. Kami memang sengaja pilih tanggal itu karena momennya pas dengan Haornas," kata Gatot S. Dewa Broto, usai rapat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maskot dari Asian Games nanti adalah burung Cendrawasih. Sedangkan logo Asian Games yang dimaksud adalah angka 18, merujuk pada perhelatan ke-18, ditambah dengan variasi desain dan warna pada angkanya. Seperti, misalnya, layer yang terdapat di angka delapan bermakna sebuah keragaman unity dari bangsa Indonesia. Lalu api merupakan obor semangat yang tidak pernah kunjung padam dari bangsa dan atlet Indonesia untuk mendapatkan ini semua, dan gambar obor monas yang tetap menyala sepanjang zaman.
"Jadi Palembang, Jakarta, Bandung, Banten merupakan obor yang menjadi pemersatu kita untuk melaksanakan Asian Games," timpal Rita.
Rencananya usai launching logo dan maskot, Pemprov DKI Jakarta juga akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, yang akan jatuh pada 16 September 2015.
"Dari 10 tower, tujuh tower akan dibangun untuk atlet village. Setelah itu gong untuk mempromosikan Asian Games kami juga akan buat website hingga spanduk-spanduk di daerah terpencil. Karena promosinya itu ke 34 provinsi, dan ini terkait juga dengan Kementerian Pariwisata, Kementerian Dalam Negeri, Kemendikbud, dan kementerian lainnya. Semoga semua bisa berjalan dengan lancar," pungkas Rita.
(mcy/krs)











































