Rapat Anggota Istimewa dan Kongres Istimewa KOI yang digelar di Hotel Menara Peninsula kemarin berakhir tanpa putusan. Ketua umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo menutup rapat secara sepihak karena tidak ada kesepakatan untuk membahas perubahan AD/ART.
Walhasil rapat yang harusnya selesai 18.00 WIB harus bubar di tengah jalan. Rita sebagai pimpinan rapat memutuskan menutup rapat dan meninggalkan ruangan. Sementara mayoritas para anggota KOI tetap melakukan rapat lanjutan di gedung Serba Guna Senayan, yang dikomandoi Doddy Iswandi dari Persatuan Gulat Seluruh Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun saat dikonfirmasi soal hal tersebut Imam mengaku belum menerima laporan resmi baik dari KOI maupun anggota KOI.
"Sampai detik ini belum ada aduan atau laporan baik dari anggota kami maupun internal kami soal itu. KOI juga belum menyampaikan laporan secara resmi soal itu, sehingga saya pun belum bisa mengambil langkah apa-apa," kata Imam.
"Hanya saja saya menyarankan kepada cabor, KOI, dan semua agar bisa menyelesaikan persoalan ini dengan musyawarah. Jangan sampai ada pihak yang memaksa pemerintah untuk mengambil langkah tegas,β lanjutnya.
Imam tidak ingin persoalan organisasi ini akhirnya jadi merembet kepada persiapan atlet-atlet. Terlebih saat ini Indonesia tengah persiapan menuju Asian Games 2018.
"Saya kan sudah bilang sejak awal, ruwetnya prestasi olahraga Indonesia karena ruwetnya organisasi itu sendiri. Ketika kongres KONI, kongres KOI pasti ribut. Dan ini memengaruhi juga sehingga jadi pembelahan cabor, dan sebagainya," lanjut Imam.
"Makanya diupayakan ini bisa diselesaikan secara internal dululah. Nanti kalau sudah mentok, angkat tangan, baru pemerintah akan turun tangan."
Β
"Yang pasti saya minta kepada mereka jangan menambah keruwetan organisasi. Saya yakin beliau adalah pejuang-pejuang yang sangat handal, pasti punya pikiran besar untuk mengantarkan atlet terbaik di prestasi dunia," pungkas Imam.
(mcy/din)











































