Tim Penjaringan Ketum Baru KOI Ada Dua, Gesekan pun Mulai Muncul

Tim Penjaringan Ketum Baru KOI Ada Dua, Gesekan pun Mulai Muncul

Mercy Raya - Sport
Sabtu, 03 Okt 2015 21:03 WIB
Jakarta - Tim Penjaringan calon ketua umum KOI masa bakti 2015-2019 yang dikomandoi Ahmad Budiharto mulai mendapat tentangan dari kubu Doddy Iswandi, sebagai buntut dari masalah internal KOI menjelang kongres.

Doddy, yang merupakan anggota KOI dan sekaligus ketua tim koordinasi dan negosiasi versi Gedung Serba Guna Senayan, mengatakan Tim Penjaringan di bawah komando Ahmad Budiharto adalah sebuah ketergesaan.

"Yang dilakukan Ibu Rita dengan membuat Tim Penjaringan adalah sebuah ketergesaan. Kami akan ke KOI, Selasa besok untuk membicarakan hal ini," kata Doddy.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Doddy, Tim Penjaringan yang dikomandoi Ahmad Budiharto tidak sesuai dengan keputusan rapat anggota tahunan di Hotel Novotel Bogor, 20 Februari lalu, yang ditandatangani oleh Ketua Umum KOI Rita Subowo dan Plt Sekjen KOI Hifni Hasan β€Žkarena tidak mewakili empat kategori cabor yaitu permainan, terukur, beladiri, dan terukur.

Padahal menilik Surat Keputusan di Bogor 10/RA-KOI/II/2015 tentang pemilihan dan penetapan tim penjaring untuk pemilihan ketua umum dan komite eksekutif komite olimpiade Indonesia masa bakti 2015-2019, β€ŽTim Penjaringan harus mewakili lima kategori, yaitu perwakilan dari Komite Eksekutif KOI, perwakilan cabor terukur, cabor akurasi, beladiri, dan permainanβ€Ž.

Tapi Tim Penjaringan yang dibuat KOI justru tidak ada perwakilan dari cabang akurasi. β€ŽMereka hanya diwakili cabang permainan (Ahmad Budiharto dan Syahrir Nawier), cabang terukur diwakiliki Ricky Tarore, sementara cabang bela diri diwaliki Badai Mega Negara. Sementara Hifni Hasan mewakili Komek KOI. "Untuk akurasinya β€Žsaja yang tidak ada."

Ditambahkan Doddy, β€Žprotes ini juga bukan bermaksud untuk menggagalkan kongres atau membuat kongres tandingan. Sebaliknya, ia menyetujui kongres untuk pemilihan ketua umum yang baru masa bakti 2015-2019 digelar 31 Oktober mendatang.

"Kami setuju dan mendorong kongres digelar 31 Oktober nanti. β€ŽBahkan kami sudah menyiapkan calon yang bisa menjadi ketua umum KOI. Hanya kami belum bisa sebut sekarang karena kami takut calon kami dikuliti," ungkapnya. β€Ž

"Calon ketua umum yang kami usung adalah calon yang punya kemampuan merangkul KONI dan pemerintah supaya tidak konflik dan kontra terus," pungkas Doddy.

Seperti diberitakan sebelumnya, menjelang kongres KOI muncul dua tim penjaringan ketum baru. Selain di bawah komando Ahmad Budiharto, satu lagi adalah bentukan beberapa anggota KOI hasil rapat di Gedung Serba Guna, Senayan, dengan diketuai Timbul Thomas Lubis. Sementara Tim Negosiasi dikepalai Doddy Iswandi, dan Sekretarisnya Dasril Anwar.



(mcy/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads